Panglima TNI: TNI Harus Netral
Senin, 31 Mei 2004 | 22:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Di depan 53 Panglima Komando Utama (Pangkotama), di Jakarta, Senin (31/5), Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Endriartono Sutarto menegaskan netralitas TNI dalam pemilihan presiden dan wakil presiden mendatang. Sutarto berharap instruksi itu dapat dijadikan pegangan seluruh perwira, sampai prajurit terbawah untuk dilaksanakan. "Jika ada prajurit yang tidak netral dan atasannya tahu tapi tidak melakukan tindakan apapun, tidak hanya prajurit yang diberi sanksi tapi atasan itu juga akan kena sanksi," kata Sutarto.
Dalam pertemuan itu, tampak hadir Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Kepala Staf Angkatan Laut Lakasama Bernard Kent Sondakh, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Chappy Hakim, Panglima Komando Strategi dan Cadangan Angkatan Darat Letnan Jenderal Bibit Waluyo, seluruh Panglima Komando Daerah Militer, Komandan Jenderal Kopassus Mayor Jenderal Sriyanto dan Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin.
Sutarto juga berpesan, agar tiap satuan dan perorangan TNI tidak menggunakan fasilitas TNI dalam rangkaian kegiatan pemilihan umum presiden dalam bentuk apapun, di luar tugas dan fungsi TNI. "Saya tidak ingin ada kendaraan, lapangan, bahkan gedung milik TNI digunakan dalam kegiatan rangkaian kampanye selama pemilihan presiden dan wakil presiden," kata Sutarto.
Prajurit TNI juga diinstruksikan untuk tidak melakukan kampanye atau memberi bantuan apapun kepada salah satu kontestan calon presiden dan wakil presiden, termasuk memberikan komentar tentang para kontestan. Agar TNI tidak tertarik oleh salah satu calon presiden maupun wakil presiden, seluruh prajurit TNI diminta mampu menjaga kekompakan dan solidaritas. "Jangan mau dipecah-pecah hanya untuk kepentingan perorangan atau iming-iming jabatan dan materil," kata Sutarto.
Yandhrie Arvian, Sunariah - Tempo News Room





