Kubu Wiranto Janjikan Kabinet 'Dream Team'

Selasa, 01 Juni 2004 | 17:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kubu pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid, calon presiden dan wakil presiden dari Partai Golkar menjanjikan akan membentuk 'dream team' dalam kabinetnya. 'Dream team' ini merupakan tim yang kuat di bidang ekonomi, hukum, penegakan HAM, serta pertahanan dan keamanan.

Hal ini dikemukakan Bomer Pasaribu, koordinator bidang perencanaan, visi-misi, evaluasi dan program pasangan Wiranto-Wahid kepada Tempo News Room, Selasa (1/6).

Namun, hingga saat ini menurut Bomer, kubu Wiranto-Wahid belum sampai pada format kabinet dan orang-orang yang akan menduduki pos-pos di kabinet. “Belum sampai kepada format dan personalnya, itu masih jauh, kita tidak mau terburu-buru,” kata Bomer.

Pihaknya tidak mau terburu-buru, kata Bomer, karena di samping masih memprioritaskan upaya-upaya memenangkan pasangan ini, juga karena Partai Golkar masih mensinkronkan visi dan misi pasangan ini bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Visi misi yang sudah didaftarkan ke KPU adalah seratus persen milik Golkar dengan diperkaya pandangan cawapres Salahuddin Wahid. Setelah secara formal ada koalisi dengan PKB, disepakati untuk mensinkronkan lagi visi dan misi serta programnya. Dan sekarang teman-teman di PKB masih mempelajari,” kata Bomer.

Di samping itu, kubu Wiranto-Wahid masih akan memantau perkembangan politik selama masa kampanye ini. Pemantauan ini adalah mengenai kemungkinan pemilu presiden yang cukup satu putaran saja atau memang harus melalui dua putaran. Jika kemungkinan satu putaran saja, baru pihaknya akan mengeluarkan susunan kabinet sebelum pemilu 5 Juli mendatang.

Namun jika ada dua putaran, maka susunan kabinet Wiranto-Wahid baru akan diumumkan setelah pemilu presiden 5 Juli tersebut. “Kalau memang harus ada dua putaran, pada waktunya peluru itu akan dikeluarkan. Jangan semua terpasarkan total di putaran pertama, nanti kering kerontang pada putaran keduanya,” kata Bomer.

Perkembangan yang dipantau pihaknya sampai sebelum memasuki masa kampanye 31 Mei kemarin, kata Bomer, pemilu presiden kemungkinan akan dilaksanakan sampai dua putaran. Menurutnya, tanpa menganggap remeh pasangan lain, pasangan yang berpeluang masuk ke pemilihan putaran kedua ada tiga pasangan, yakni SBY-Kalla, Wiranto-Wahid, dan Megawati-Hasyim.

“Kami kan harus berhitung terus menerus, sehingga kami berpikir pada putaran kedua format aliansi dan koalisi sudah berubah. Saat itu sudah dua atau tiga pasangan yang gugur, maka kami harus merebut mereka, sehingga akan ada peta politik baru,” ujarnya.

Misalnya, kata Bomer, pasangan Hamzah Haz-Agum tidak masuk pada pemilihan putaran kedua, “Kami tentu akan berusaha supaya pendukung mereka masuk dan memberi dukungan kepada Wiranto-Wahid,” ujarnya. Namun sebelum menarik pendukung pasangan yang telah gugur itu, kata Bomer, tentu ada pembicaraan-pembicaraan mengenai aliansi untuk memperkuat. “Dan tentu terbayang pula pemberian peran di dalam kabinet,” katanya.

Kabinet yang akan dibentuk kubu Wiranto-Wahid, menurut Bomer, terdiri dari orang-orang yang profesional di bidangnya. Baik profesional dari orang dalam partai (Golkar dan PKB), maupun profesional yang berasal dari luar partai.

“Tapi yang pasti orang-orangnya dikualifikasi memiliki standar kredibilitas, kompetensi yang tinggi, profesionalisme yang tinggi, moralitas yang tinggi dan sebagainya sehingga memenuhi syarat sebagai anggota 'dream team' di bidangnya,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, orang-orang yang akan menempati pos-pos kabinet tidak digolongkan antara orang partai dan profesional nonpartai. “Tapi semuanya harus profesional, biarpun dari parpol maupun dari luar parpol,” katanya.

Dimas Adityo - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim