Hasyim: NU Tak Boleh Retak
Selasa, 08 Juni 2004 | 14:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) non aktif yang juga calon wakil presiden, KH Hasyim Muzadi berharap Nahdlatul Ulama tidak retak karena kampanye dan pemilihan presiden (Pilpres). Pernyataan Hasyim itu disampaikan kepada Tempo News Room, seusai menjenguk kakaknya KH Muchit Muzadi yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya, Selasa (8/6).
Pernyataan itu menanggapi ancaman keretakan ditubuh NU menyusul fatwa ulama yang mengharamkan presiden perempuan. Bagi Hasyim, harga NU lebih mahal dibanding harga kampanye dan pilpres. Karena itu Hasyim meminta agar warga NU menyadari bahwa semua tim akan masuk ke NU.
"Harus ada ketahanan ekstra bagaimana bisa menetralisir tarik-tarikan itu. NU jangan dikorbankan," tegasnya. Menurutnya tarik menarik politik menggalang dukungan suara warga NU tak bisa dihindari. Karena itu Hasyim mempersilahkan bagi warga NU untuk melakukan demokratisasi tanpa menciptakan konflik dikalangan NU.
Dalam situasi seperti ini, tambah Hasyim, PBNU harus segera bertindak memberikan imbauan kepada seluruh warga NU di seluruh Indonesia. "Tak perlu turun secara fisik tapi imbauan saja kepada warga NU seluruh Indonesia," papar Hasyim sambil menuju mobil yang akan membawa ke Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan.
Adi Mawardi – Tempo News Room





