Petani Tebu Sampaikan Keprihatinan pada Presiden

Selasa, 08 Juni 2004 | 21:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menyampaikan keluhan kepada Presiden Megawati Soekarnoputri soal tetap maraknya gula ilegal yang masuk Indonesia di musim giling tebu ini. Akhir Mei lalu, memang masuk lagi gula ilegal sebanyak 8.750 ton, yang menurut Bea Cukai berdasar manifest yang diterimanya, merupakan kepunyaan PTPN X.

"Kami sampaikan pada Presiden, temuan gula ilegal baru di pelabuhan Tanjung Priok sudah memprihatinkan. Ini tidak bisa dibiarkan," kata Arum Sabil, Ketua ATPRI kepada Tempo News Room, Selasa (8/6). Hari ini, Presiden Megawati yang antara lain didampingi Menperindag Rini M.S. Soewandi berkunjung ke Gresik. Pertemuan yang berlangsung di gedung GO Gresik ini juga dihadiri sejumlah petani tebu.

Menurut Arum, Presiden berjanji tidak akan membiarkan gula ilegal mengalir terus. "Presiden menyampaikan, ini harus diusut. Bahkan beliau bilang ia sudah tahu banyak oknum yang terlibat, termasuk Presiden menyatakan sudah tahu siapa pelakunya," kata Arum. "Saya juga sempat menyampaikan inisial nama aktor yang mendatangkan gula ilegal ini kepada Presiden. Inisialnya NH," sebut Arum. Presiden, menurut Arum, langsung menyatakan bahwa dirinya juga telah mengetahui siapa pelakunya.

Untuk itu, besok (9/6) pihaknya bersama Deputi Menneg BUMN Bidang Usaha Agro Industri, Kehutanan, Kertas, Percetakan dan Penerbitan M.P. Simatupang, Menteri Pertanian Bungaran Saragih selaku Ketua Dewan Gula Indonesia (DGI) akan melihat lokasi penimbunan gula asal Thailand sebanyak 8.750 itu di gudang Cakung dan Kelapa Gading.

Anastasya Andriati - Tempo News Room

TOPIK






Komentar Anda

Kirim