Komisi I akan Kirim Tim ke Timika
Rabu, 09 Juni 2004 | 15:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Komisi I DPR Bidang Pertahanan dan Keamanan berencana mengirimkan tim ke Timika, Provinsi Papua, pada Kamis (10/6) mendatang. Satu tim yang beranggotakan lima orang itu dikirim untuk mengetahui penyebab keributan yang terjadi dua suku antara Suku Nduga dan Suku Damal pada Sabtu (5/6) lalu yang menyebabkan dua orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Menurut Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi TNI/Polri Franklin Kayhatu, di Gedung DPR, Rabu (9/6) siang, keberangkatan tim itu baru rencana. "Menunggu disetujuinya anggaran yang kami minta. Kalau anggaran nggak turun ya kami belum bisa berangkat," kata dia menguraikan alasannya.
Dia menjelaskan, menyelesaikan persoalan Papua tidak bisa dilakukan secara serampangan. "Harus hati-hati. Soalnya di sana (perang suku) sangat biasa, suku di pesisir bentrok dengan suku di gunung," kata Franklin menambahkan. Dia menegaskan, perang antar suku ini tak terkait sama sekali dengan persoalan politis.
Keberangkatan tim ini direncanakan akan berlangsung tiga hari. Di sana, mereka mencari informasi mengenai keributan antarsuku. Anggota dewan akan bertemu dengan kedua suku yang bertikai dan masyarakatnya. Franklin menambahkan, tim ini akan dipimpinnya langsung.
Keributan kedua suku ini bermula dari meninggalnya Matias Murib dari Suku Damal pada Kamis (20/5) lalu. Dia meninggal akibat anak panah yang menembus paha kanannya dan mengenai nadi korban. Diduga, anak panah yang merenggut nyawa Murib ini berasal dari anak panah yang dilontarkan Jimmy Murib dari Suku Nduga. Padahal, kedua orang ini masih memiliki hubungan keluarga.
Jimmy Murib yang melepaskan anak panah ini merasa melakukan cara adat ini setelah mencurigai kematian keluarganya yang bernama Novi yang diduga meninggal setelah diracuni. Sayangnya, anak panah yang dilepaskan Jimmy ini nyasar ke paha Murib dan menewaskan pamannya itu. Kejadian ini mengakibatkan keluarga korban merasa dilecehkan yang diteruskan dengan aksi balas dendam.
Istiqomatul Hayati – Tempo News Room





