Wiranto Berkampanye di Ambon

Rabu, 16 Juni 2004 | 12:39 WIB

TEMPO Interaktif, Ambon: Ribuan orang menghadiri kampanye Wiranto di Lapangan Merdeka Pattimura, Ambon, Rabu (16/6). Kampanye sekitar dua jam itu dihadiri Komisi Pemilihan Umum Daerah Maluku, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Daerah Maluku, tokoh-tokoh massyarakat dan agama se-Maluku.

Kepada massa yang datang, Wiranto mengatakan, kesejahteraan masyarakat akan dapat dinikmati, jika soal keamanan, keadilan dan pendidikan menjadi prioritas utama. "Pendidikan yang baik dan terjangkau menjadi tolak ukur kemajuan bangsa," kata Wiranto.

Sebelumnya, penanggung jawab kampanye, Akbar Tandjung memberi sambutan dan mengatakan, sekitar 40 juta pemilih akan memberikan suaranya kepada Wiranto dan Solahuddin Wahid sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada periode kepemimpinan lima tahun mendatang. "Suara itu akan berasal dari koalisi beberapa partai, seperti Golkar, PKB, PDK, PKPB, PKPI, PNUI dan Patriot Pancasila," kata Akbar.

Menariknya, kampanye yang berlangsung dengan guyuran hujan, itu juga disaksikan puluhan pegawai negeri sipil (PNS). Para PNS benyak berkumpul di halaman kantor Gubernur dan sebagian lagi berada di lapangan Merdeka Ambon. Salah seorang PNS yang enggan menyebutkan namanya menyatakan, keikut-sertaannya hanya sebagai rasa simpati kepada Wiranto. "Saya sangat simpati kepadanya," kata PNS itu.

Menanggapi PNS yang hadir dalam kampanye Wiranto itu, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Said Assagaf mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang atau membatasi Wiranto untuk bertatap muka di Gubernur dan para Muspida lainnya. "Itulah kepintaran Wiranto. Mengapa Capres lain tidak melakukan itu? Apakah ini pelanggaran, kami serahkan kepada pihak Panwaslu Maluku," kata Said.

Menurut Said, pihaknya juga tidak bisa membatasi para PNS untuk menyaksikan jalannya kampanye Wiranto, walau masih dalam jam kerja dinas. Apalagi, Wiranto berkunjung ke kantor Gubernur Maluku sebelum kampanye dilakukan. "Tentu para PNS juga ingin menyaksikan atau melihat sosok Wiranto," kata Said lagi.

Sementara itu, pihak Panwaslu menilai, kehadiran para PNS dalam kampanye itu bukanlah pelanggaran. "Para PNS hanya menyaksikan di halaman kantor Gubernur Maluku, bukan langsung di lokasi kampanye," kata Karel Riry, Ketua Panwaslu Maluku. Tapi menurut Riry, keikutsertaan PNS itu sudah mengganggu aktifitas kantor, sehingga memang perlu ditegur. "Kami akan menegur pihak Pemda" kata Riry.

Soal penggunaan fasilitas kantor Gubernur Maluku sebagai tempat pertemuan Wiranto dengan sejumlah Muspida, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang berlangsung sebelum kampanye dilaksanakan, menurut Riry, sudah dikoordinasikan sebelumnya antara para tokoh agama dan Panwaslu. "Mereka minta agar kami dapat memahami situasi yang terjadi. Karena tidak ada lagi gedung yang representatif di Ambon, mereka mohon izin menggunakan Kantor Gubernur sebagai tempat pertemuan," kata Riry.

Riry juga menegaskan, dalam pertemuan di Kantor Gubernur itu juga tidak ada pidato politik dari Wiranto. "Yang ada hanyalah pesan-pesan untuk menjaga situasi Ambon yang sudah semakin kondusif," kata Riry.

Yusnita Tiakoly - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim