Hamzah Haz Minta Pimpinan GAM Menyerah
Rabu, 16 Juni 2004 | 14:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Hamzah Haz menghimbau pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang masih tersisa menyerahkan diri ke pemerintah, setelah beebrapa pimpinan di Swedia ditangkap. Menurutnya dengan ditahannya pimpinan GAM di Swedia tidak ada alasan lagi bagi GAM untuk terus bertahan dengan perlawanannya.
Menurut Hamzah, selama ini pemerintah telah memenuhi sebagian besar permintaan GAM, misalnya penerapan syariat Islam di Aceh, pemberlakuan otonomi khusus, dan pembagian hasil kekayaan daerah. "Kalau tidak ada tindakan kriminal, tidak mungkin pemerintah Swedia melakukan penahanan,", katanya Hamzah Haz kepada wartawan di Jakarta Rabu (16/6).
Hamzah Haz menambahkan penangkapan ini segera diikuti langkah-langkah kongkrit penyelesaian konflik Aceh. Selama ini, penyelesaian masalah lebih dititik beratkan pada pemulihan keamanan dan pembangunan fisik. Selanjutnya, dia berharap pimpinan GAM dapat memberikan usulan-usulan kepada pemerintah dalam penyelesaian konflik.
Kemarin kejaksaan dan kepolisian Swedia menggerebek rumah Presiden GAM Hasan Tiro, Perdana Menteri Malik Mahmud dan Menteri Luar Negeri Zaini Abdullah. Malik dan Abdulah langsung ditahan.
Pradityo - Tempo News Room





