Emil Salim: Protokol Kyoto Penting untuk Indonesia
Jum'at, 18 Juni 2004 | 16:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim berpendapat, DPR harus meratifikasi Protokol Kyoto demi masa depan rakyat Indonesia. Pernyataan ini menanggapi mulai masuknya rencana ratifikasi Protkol Kyoto dalam pembahasan DPR. "Karena dampaknya adalah untuk Indonesia," kata Emil kepada wartawan di sela-sela acara pertemuan dengan Task Force 6 Millenium Development Goal di gedung UNDP Jakarta, Kamis (16/6).
Emil menjelaskan, dampak perubahan iklim akibat peningkatan emisi gas sangat terasa di Indonesia. "Indonesia yang terletak di khatulistiwa akan mendapatkan dampak negatif lebih besar daripada negara di luar khatulistiwa," kata Emil. Apalagi, tambahnya, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17.000 lebih pulau sehingga menjadi negara yang rentan (fragile). Dampak negatif tersebut diantaranya adalah ancaman tenggelamnya pulau-pulau kita, gejala banjir yang semakin meningkat, musim tanam yang berubah sehingga proses pertanian terganggu, dan evaporasi di permukaan yang juga berpengaruh pada produksi pertanian.
Untuk mencegah semua dampak tersebut, menurut Emil, hanya bisa dilakukan dengan solidaritas global. Salah satunya lewat Protokol Kyoto. Email menampik kekhawatiran anggota DPR soal kewajiban iuran yang harus dibayar Indonesia ketika meratifikasi. "Jangan kita hanya mau mengambil manfaat tapi tidak didukung oleh pembiayaan," ujar Emil.
Rina Rachmawati - Tempo News Room





