Citra Capres Dipertaruhkan Lewat Media

Sabtu, 19 Juni 2004 | 12:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertarungan calon presiden melalui kampanye media menguasai separuh dari keseluruhan dari strategi kampanye. Namun sayangnya pemberitaan kampanye capres terutama di media televisi masih berkutat pada acara seremonial tanpa menampilkan program capres. Hal tersebut disampaikan Ahmad Faisol, analis monitoring pemberitaan pemilu dari Instituts Studi Arus Informasi (ISAI) pada acara mimbar akhir pekan Sabtu (19/6) di Hotel Menara Peninsula, Jakarta.


"Media tv yang mempunyai akses memotret kegiatan kampanye hanya menyorot jumlah yang hadir dan tontonan menarik seperti dangdut," ujar Ahmad. Namun disisi lain ISAI mencatat program talk show yang dibuat media televisi lebih mengungkap pemikiran atau visi capres. "Kami mengapresiasi hal ini karena berarti media televisi menganggap pemilihan presiden masalah urgent bangsa."

Kendati demikian, tambahnya, acara debat capres di televisi belum terasa pertarungannya. Data lain yang dilaporkan ISAI adalah televisi sudah tidak melakukan pemihakan ke calon tertentu. Walaupun jumlah pemberitaan berbeda namun menurut Ahmad selisihnya kecil. "Porsi pemberitaan masing-masing capres sebenarnya berkorelasi dengan popularitas calon tersebut," katanya.

Menurut data ISAI, capres yang lebih banyak diberitakan di media adalah SBY, Amien Rais dan Wiranto.

Menyoroti masalah iklan capres, Ahmad berpendapat tidak ada iklan yang memberikan dukungan politik. "Iklan hanya memperlakukan capres sebagai barang yang harus dibeli konsumen (masyarakat)," katanya. Ahmad memisalkan iklan Amien Rais dan Siswono yang hanya memberikan kesaksian tambahan dari tokoh terkenal tanpa mengungkap harapan dari tokoh tersebut.

Rina Rachamawati-Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim