Tim Seleksi Hakim Ad Hoc Korupsi Tidak Puas
Sabtu, 19 Juni 2004 | 14:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Beberapa penguji dari tim seleksi hakim ad hoc pengadilan tindak pidana korupsi tidak puas dengan kualitas calon hakim yang lolos sampai pada tahap fit and proper test. Akibatnya ada kemungkinan tim seleksi akan melakukan seleksi ulang. Hal itu diungkapkan oleh salah seorang tim penguji, Abdul Rachman Saleh kepada wartawan disela-sela acara fit and proper test di Gedung Mahkamah Agung, Sabtu (19/8) siang ini.
"Saat ini kita mendapatkan (calon hakim ad hoc) yang agak mencemaskan," kata Rachman. Menurutnya kualitas calon hakim yang ada diluar harapan tim seleksi. "Kita berpikir kalau perlu akan seleksi ulang kalau jumlah hakim yang didapat sangat sedikit," jelasnya.
Rachman menilai dari calon yang telah diuji banyak yang memiliki kelemahan dalam hal integritas. Padahal parameter itu adalah yang paling penting. "Masa ada (calon hakim) yang menjawab (pertanyaan dalam fit and proper test) menerima hadiah itu boleh-boleh saja," terangnya. Hal itu membuatnya tidak puas dengan calon-calon hakim yang ada.
Parameter integritas dalam penilaian memiliki bobot lima. Sedangkan kualitas berbobot tiga. Parameter visi dan misi memiliki bobot terkecil yaitu dua.
Selain itu, Rachman juga mengungkapkan hal-hal yang meragukan integritas calon hakim ad hoc seperti banyaknya calon yang tidak melaporkan harta kekayaan maupun tidak membayar pajak. Selain, ada pula calon hakim yang memiliki latar pendidikan yang tidak jelas karena mendapatkan gelar akademis dari lembaga yang tidak berwenang.
Rachman mengatakan idealnya ada dua majelis dalan tiap tingkat pengadilan korupsi. Namun calon-calon yang ada membuat pesimis hal itu cepat terbentuk. Pasalnya minat untuk menjadi calon menjadi hakim ad hoc ini sangat sedikit. Untuk tingkat banding saja calion yang tersisa tinggal lima orang. "Itu saja belum tentu lolos dalam fit and proper test," kata Rachman.
Oleh karenanya Rachman mengungkapkan kemungkinan perekrutan hakim ad hoc korupsi dengan metode talent scout (perekrutan berdasarkan bakat). Dia juga mengharapkan orang orang yang berkualitas untuk mencalonkan diri.
Indra Darmawan-Tempo News Room





