Valina Subekti Minta KPPS Tidak Manipulasi Suara
Rabu, 23 Juni 2004 | 19:54 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang: Ketua Pokja Sosialisasi Pemilu KPU Pusat, Ny. Valina Singka Subekti meminta anggota KPPS untuk bekerja jujur dan tidak melakukan manipulasi perolehan suara pemilu presiden presiden 5 Juli. Permintaan ini disampaikan saat bertatap, muka dengan ratusan anggota KPPS se-kabupaten Kupang di aula Kantor Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Rabu (23/6) petang.
Para anggota KPPS sempat mempermasalahkan kecilnya honor yang diterima, padahal tanggungjawab yang harus dikerjakan sangat besar. "Kami hanya terima uang Rp 25.000 per orang, padahal beban kerja sangat berat," kata Daniel Ndolu, salah satu anggota KPPS.
Atas keluhan tersebut Valina Subekti mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah daerah melalui APBD. Sebab, pemilu yang dilakukan kali ini adalah yang pertama selama kurang lebih setengah abad Indonesia merdeka. "Pengalaman saat pemilu legislatif lalu membuktikan bahwa manipulasi banyak terjadi di tingkat KPPS dan PPK. Hal ini jangan diulangi lagi dan mari kita ciptakan pemilu yang jujur, adil dan transparan," katanya.
Sementara itu, anggota KPU NTT, Jos Das Djawa, dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan bahwa masih terjadi kekurangan surat suara sebanyak 113.748 untuk 15 kabupaten di NTT. "Kekurangan ini terjadi karena jumlah pemilih bertambah dan surat suara yang dikirim KPU Pusat ke KPU kabupaten/kota tidak disertai dengan surat suara cadangan. Jumlah pemilih di NTT pada pemilu 5 Juli mendatang sebanyak 2.573.491 jiwa atau bertambah 118.832 jiwa. Sementara jumlah TPS menjadi 11.320," katanya.
Jem's de Fortuna - Tempo News Room





