PDIP Bentuk Satgas Antisipasi Serangan Fajar
Rabu, 30 Juni 2004 | 16:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membentuk satuan petugas (satgas) khusus mengantisipasi serangan fajar menjelang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Selain itu, mereka juga mempersiapkan 1,2 juta orang saksi untuk memantau proses pemungutan suara sampai penghitungan.
Demikian diungkapkan tim kampanye Mega-Hasyim di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (30/6). Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Tim Sutjipto, Ketua DPP PDIP Gunawan Wirosarodjo, Sekretaris Tim Heri Akhmadi, Mustofa Zuhad dari Nahdatul Ulama (NU) dan anggota Tim Advokasi Syarif Bastaman.
Heri mengatakan satgas akan diisi aktivis PDIP, NU, Partai Damai Sejahtera (PDS) dan pendukung lainnya. Selain itu, mereka juga mendirikan posko di kecamatan seluruh Indonesia. Sutjipto menilai praktek serangan fajar adalah upaya mendidik rakyat melakukan pelacuran politik. Prakteknya, kata dia beragam, misalnya membantu pengadaan air bersih, pembagian sembako dan uang. Seperti yang terjadi pada Pemilu Legislatif yang lalu.
Heri menambahkan, tim hukum sedang menginvestigasi kemungkinan terjadinya serangan fajar itu. Dia menganalisa, hal itu terjadi di wilayah yang jumlah suara antar kompetitor cukup bersaing, dan daerahnya jauh dari kontrol.
Selain itu, tim kampanye ini juga mengindikasikan adanya pihak-pihak yang melakukan jual beli kartu pemilih. Namun, Sutjipto enggan mengungkapkan lebih detail karena pihaknya masih mengejar pelaku. Modusnya ada pihak yang mau membeli kartu pemilih dari calon pemilih dengan nilai tertentu yang nantinya diganti namanya. Ia mengungkapkan, praktek itu tercium di Jakarta dan Jawa Barat.
Deddy Sinaga – Tempo News Room





