Menag Ancam Cabut Ijin PT. Madu Jaya Maqbul
Rabu, 30 Juni 2004 | 18:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Agama Said Agil Husein Al Munawar akan mencabut ijin penerbit PT. Madu Jaya Maqbul jika terbukti secara sengaja mencetak Al- Qur'an yang terdapat tulisan Yesus Kristus dan ajaran Nasrani.
“Jika penerbit tersebut terbukti sengaja mencetak dan mengedarkannya kita akan cabut ijinnya, “kata Said seusai pembukaan lokakarya penerbit Al- Qur'an dan serah terima edisi revisi terjemahan Al-Qur'an di Departemen Agama Jakarta, Rabu (30/6).
Seperti diketahui, beberapa hari yang lalu di Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam Propinsi Sumatra Barat telah ditemukan kalimat Kitab Injil pada kulit bagian dalam Kitab Al- Qur'an yang diterbitkan oleh PT. Madu Jaya Maqbul Surabaya.
Kronologis ditemukan tulisan tersebut berawal dari salah seorang siswa dari SMP Negeri I Kecamatan Tilatang Kamang, yang menjatuhkan Al-Qur'an dan secara tidak sengaja melihat tulisan Yesus Kristus dan ajaran Nasrani pada kulit dalam Al-Qur'an.
Dalam kesempatan itu, Kepala Puslitbang Lektur Keagamaan, H. Fadhal AR Bafadal menyampaikan sudah menemukan 80 eksemplar. Untuk itu pihaknya telah memanggil salah satu tersangka yang bernama Sunaryo dan bersedia untuk menarik kembali cetakan yang telah beredar di masyarakat.
Fadhal menyampaikan cetakan Al- Qur'an tersebut dilakukan tahun 2004 dan dilakukan secara bertahap. Tapi pada edisi yang terdapat tulisan Yesus dan Ajaran Nasrani dicetak dengan menggunakan kertas afal (kertas bekas koran) dengan alasan untuk melakukan penghematan. Kertas itu dibeli dari Jawa Pos.
Yang menjadi permasalahan disini adalah ditemukannya cetakan tersebut hanya di Sumatra Barat tidak di semua daerah. Dari indikasi tersebut, pihaknya menyatakan ada kemungkinan unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu. “Ini memang kecerobohan. Untuk itu kita tetap melakukan penyidikan, “ kata Fadhal.
Menurut Fadhal, hal ini dirasa sangat sensitif dan membahayakan kerukunan masyarakat.
Suryani Ika Sari – Tempo News Room





