Negara Rugi Rp 2,141 Trilyun Sebulan Karena Warga Sakit
Senin, 16 Agustus 2004 | 14:02 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang:Dirjen Kesehatan Masyarakat dr Widyastuti Wibisana mengatakan, sakit yang kerap menyerang masyarakat Indonesia mengakibatkan negara mengalami kerugian sekitar Rp 2,141 triliun sebulan, baik secara finansial maupun kerugian waktu produktif.
“Jadi berdasarkan data Survei Kesehatan Nasional 1995, negara rugi Rp 2,141 triliun sebulan akibat sakit,” katanya di Palembang, Minggu (15/8).
Widyastuti mengatakan akibat sakit, kelompok usia 16-25 tahun kehilangan hari-hari produktif 17.680.665 hari. Sedangkan kelompok usia 26-40 tahun kehilangan 31.685.930 hari dan kelompok 40-55 tahun kehilangan 28.450.365 hari.
Dengan hilangnya hari-hari yang seharusnya menghasilkan sesuatu, lanjut Widyastuti, maka masyarakat Indonesia mengalami kerugian secara finansial.
“Belum lagi kerugian finansial yang disebabkan banyaknya biaya untuk berobat," ujarnya. Secara finansial, setiap bulannya, Indonesia mengalami kerugian sedikitnya mencapai Rp 2,141 trilyun per bulan.
Untuk Sumatera Selatan, menurutnya termasuk provinsi ketujuh paling banyak mengalami kerugian akibat sakit. Dalam waktu sebulan, Sumsel mengalami kerugian Rp 903 miliar. Karena itu, masalah kesehatan harus menjadi perhatian utama pemerintah.
Sayangnya, dana untuk masalah kesehatan ini sangat terbatas. Kontribusi pemerintah untuk kesehatan hanya 30 persen. Kemudian, badan usaha dan UKM belum mengedepankan subsidi bagi yang miskin.
Untuk tahun 2004, kata Widyastuti, baru 27,7 persen masyarakat yang memiliki jaminan kesehatan. Selebihnya, masyarakat harus mengeluarkan dana sendiri untuk memperbaiki kondisi kesehatan.
Namun, pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan, papar Widyastuti, berupaya untuk meningkatkan pembiayaan kesehatan secara bertahap hingga sesuai seperti yang dianjurkan WHO (organisasi kesehatan dunia). Langkah selanjutnya, menata dana masyarakat untuk menerapkan kendali biaya dalam bentuk jaminan kesehatan.
Arif Ardiansyah - Tempo News Room





