close

Rizal Ramli: Banyak Dana Siluman Dari BUMN

Jum'at, 20 Agustus 2004 | 18:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Menko Ekuin Rizal Ramli mengatakan banyak dana siluman yang beredar untuk mendukung capres-cawapes tertentu yang diambil dari BUMN.

“Dana siluman itu perlu ditanyakan dan diaudit. Bagaimana suatu partai yang tiga tahun lalu relatif miskin tiba-tiba menjadi sangat kaya-raya. Dari mana uangnya?” katanya usai acara “Dialog jelang pemilihan presiden, siapa perah BUMN” di Hotel Acacia Jakarta, Jumat (20/8)

Ia menambahkan, perlu dianalisa apakah hal itu terkait dengan berbagai proses penjualan aset yang terjadi selama tiga tahun terakhir. Ternyata, katanya, koalisi tidak hanya bagi-bagi jabatan menteri, tapi juga ada dukungan logistik bagi terbentuknya koalisi ini. ”Hal-hal seperti ini jelas mencederai proses demokrasi kita,” katanya.

Ketika ditanyakan BUMN mana yang menjadi sapi perah, ia hanya menegaskan bahwa dana tersebut dari penjualan BUMN. Penjualan BUMN, katanya, sekarang ditunggangi oleh kepentingan untuk memobilisasi sumber daya, baik untuk pribadi maupun kelompok. ”Divestasi dibajak oleh kepentingan golongan kecil," ujarnya.

Sementara Irawanto, Ketua ILUNI UI yang juga sebagai pembicara dialog tersebut mengatakan BUMN yang dijadikan sapi perah yaitu proses divestasi Indosat, Bank Niaga dan Bank Danamon. “Apalagi menjual tanker Pertamina sebagai modal menggerakkan mesin politik,” katanya.

Menurutnya, mesin politik itu tidak mungkin digerakkan jika tanpa dana. Sehingga jika kandidat yang menyokong dana tersebut menang maka ia berjaya, namun jika kalah maka mesin politik tersebut akan menjatuhkan. "SBY tidak sebodoh itu, makanya ia tidak mau deal-deal politik," katanya.

Badriah - Tempo News Room

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan