close

Yudhoyono Akan Libatkan PKS di Pemerintahan

Jum'at, 27 Agustus 2004 | 10:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Keadilan Sejahtera kemarin secara resmi menyatakan mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla pada putaran kedua pemilihan presiden. Yudhoyono pun berjanji akan melibatkan partai peraih 8,3 juta suara pada pemilu legislatif itu dalam "mengelola roda pemerintahan".

Deklarasi dukungan kemarin dinyatakan setelah Presiden PKS Hidayat Nur Wahid bertemu Yudhoyono selama dua jam di Hotel Regent, Jakarta, tempat tim sukses calon presiden itu bermarkas. Yudhoyono dan Kalla lalu membalas dengan kunjungan ke kantor PKS dan hadir dalam konferensi pers.

Hidayat menilai Yudhoyono dan Megawati Soekarnoputri, yang akan bersaing pada putaran kedua, sama-sama berupaya memberantas korupsi. Namun, kata Hidayat, PKS memilih calon yang lebih berkomitmen dalam mewujudkan negara yang bersih dan berwibawa. "Pilihan kami akhirnya jatuh pada Yudhoyono, dengan segala kelebihan dan kekurangannya," katanya.

Menurut Hidayat, dukungan partainya dituangkan dalam nota kesepahaman. Isinya, antara lain, pemerintahan Yudhoyono kelak harus konsisten melakukan perubahan, mempertahankan kedaulatan negara kesatuan, meningkatkan moral bangsa, dan mendukung perjuangan bangsa Palestina meraih kemerdekaan.

Hidayat lalu berjanji, seluruh mesin politik PKS akan dikerahkan guna menyukseskan keputusan itu. Ia menegaskan, keputusan partai mengikat seluruh pengurus dan kader PKS, serta menjadi pedoman bagi simpatisan dan konstituen mereka. Hidayat mengaku belum membicarakan secara khusus soal pembagian kekuasaan dengan Yudhoyono.

Di tempat yang sama, Yudhoyono menyatakan akan melibatkan PKS secara aktif dalam mengelola roda pemerintahan. "Untuk itu, menuju September mendatang, saya dan PKS akan berjuang bersama agar butir-butir kesepakatan dapat terwujud," tuturnya.

Dukungan bagi perjuangan bangsa Palestina, Yudhoyono mengatakan, merupakan posisi dasar Indonesia yang harus dilanjutkan. Ia menjamin tidak akan membangun kerja sama politik dengan Israel jika terpilih. Butir ini khusus dimasukkan dalam kesepakatan karena, di hadapan ratusan pendeta di Jawa Timur pada Selasa lalu, Yudhoyono berjanji akan meninjau status hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu.

Keputusan mendukung Yudhoyono relatif lebih mulus dibandingkan ketika PKS melakukan hal sama untuk Amien Rais-Siswono Yudohusodo pada putaran pertama, 5 Juli. Saat itu, PKS terbelah ke kubu yang mendukung Amien dan kubu lain yang pro-Wiranto. Pengumuman dukungan pun bahkan baru dilakukan hanya tiga hari sebelum hari pemungutan suara.

Wakil Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung menganggap dukungan PKS ke SBY bukan hal serius. "Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa Yudhoyono-Jusuf Kalla membutuhkan dukungan partai," katanya.

Ia menafikan kemungkinan kubu Yudhoyono akan makin menggencarkan isu melawan status quo menjelang 20 September. Menurut dia, rakyat sejauh ini masih bertanya-tanya, perubahan apa yang akan dilakukan Yudhoyono. "Sebaliknya, yang dibutuhkan masyarakat adalah stabilitas dan kontinuitas," katanya.

cahyo junaedy

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan