close

Presiden Prihatin dengan Minimnya Lulusan Ilmu Pasti

Sabtu, 28 Agustus 2004 | 21:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Megawati Soekarnoputeri mengaku prihatin dengan minimnya lulusan ilmu pasti di Indonesia dibandingkan sosial budaya. "Perbandingan lulusan SLTA atau perguruan tinggi dari ilmu pasti dan sosial budaya 1 berbanding 10. Ini memprihatinkan untuk Indonesia yang berencana menjadi negara maju," ujarnya dalam sambutannya pada acara penutupan Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-III di Gedung DPRD Riau, Sabtu (28/8) siang .

Penutupan Olimpiade itu sendiri diwarnai insiden kesalahan berulang kali dalam pemberian piala kepada para pemenang lomba tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) yang diserahkan langsung oleh Megawati. Piala pertama yang diserahkan Megawati kepada pemenang dari tingkat SLTA itu ditolak murid yang bersangkutan karena dianggap tidak sesuai dengan namanya maupun tingkatan sekolahnya.

Kesalahanan pemberian piala juga terjadi pada pemberian selanjutnya sehingga Megawati yang didampingi Menteri Pendidikan Nasional Abdul Malik Fadjar, Menteri Agama Said Agil Husni Al Munawar, Gubernur Riau Rusli Zainal yang berada di atas pentas tampak mulai bingung dan sibuk mengganti dan mengamati ulang piala-piala yang akan diberikan kepada para pemenang itu. Akibatnya, yang mengikuti acara penutupan pun tertawa.

Suasana riuh itu langsung berakhir ketika Presiden langusung memberikan sambutannya tanpa menyinggung insiden kesalahan pemberian piala. Presiden mengaku tidak tahu pasti kenapa murid enggan masuk dalam bidang eksakta yang sangat diperlukan untuk membangun teknologi di Indonesia. "Yang pasti kondisi itu harus dibenahi bersama mulai dari orang tua murid, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Karena bagaimana kita mau sesumbar menjadi negara maju kalau SDM yang menguasi teknologi sangat minim," katanya.

Dalam acara penutupan itu juga ditetapkan bahwa OSN ke-IV akan diadakan di Jakarta, 2005. Presiden berharap pada olimpiade di Jakarta jumlah pesertanya lebih dari 813, seperti yang dilaksanakan di Riau saat ini.

Evalisa Siregar - Tempo News Room

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan