Barisan Oposisi Rakyat Tolak RUU TNI

Kamis, 02 September 2004 | 15:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Barisan Oposisi Rakyat (BOR) menyatakan sikapnya untuk menolak RUU TNI dan kembalinya militerisme di Indonesia. "Sekitar bulan September beberapa elemen gerakan mahasiswa dan gerakan rakyat telah melakukan pertemuan tingkat nasional yang intinya menolak RUU TNI dan juga kembalinya militerisme," kata Nurhasanah, Ketua Barisan Oposisi Rakyat,d alam aksi di bundaran Hotel Indonesia, Kamis (2/9).

Barisan ini merupakan gabungan dari beberapa elemen, di antaranya Ikatan Putra Nahdlatul Ulama (IPNU), Partai Rakyat Demokratik (PRD), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Komite Mahasiswa Antikorupsi, dan berbagai ormas pemuda dan mahasiswa se-Indonesia.

Menurut Nurhasanah, mereka menginginkan pemerintahan sipil yang demokratis bukan pemerintahan yang militeristik atau sipil yang militeristik. "Kami tidak ingin kembali kepada masa lalu dimana para militer menjadi sangat kuat dalam kehidupan politik," kata Nurhasanah.

Kami juga menolak RUU TNI, tambah Nur, karena RUU tersebut merupakan suatu langkah taktis TNI untuk kembali ke pentas politik. "Karena kita melihat ada beberapa pasal dalam RUU TNI tersebut yang menguatkan posisi militer dalam pemerintahan sipil," katanya.

Aksi diikuti oleh sekitar 50 orang. Mereka membawa berbagai spanduk yang menegaskan sikap anti terhadap militerisme.

Muhamad Fasabeni - Tempo News Room

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: