Kempeng Nyalakan Api Persaingan

Jum'at, 03 September 2004 | 10:31 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:Begitu Kempeng, si Lidah Tajam dan Mata Empat, menyulutkan api ke sebuah penyala, api dengan cepat menjalar ke kaldron. Nyala api yang menerangi Stadion Utama Sriwijaya di kawasan Jaka Baring, Palembang, kemarin malam, menandai dimulainya Pekan Olahraga Nasional XVI.

Penampilan Kempeng, 48 tahun, mantan atlet biliar Sumsel yang baru delapan bulan lalu terkena stroke hingga membuat ia sulit berjalan, menjadi atraksi puncak dalam upacara pembukaan itu. Dengan berjalan pelan sepanjang 10 meter, ia kemudian naik ke panggung dan disambut dua seniman yang berperan sebagai si Lidah Tajam dan Mata Empat, dua tokoh dalam legenda di Bumi Sriwijaya ini yang selalu bertikai.

Pembukaan PON III yang diselenggarakan di luar Pulau Jawa, setelah Medan 1953 dan Makassar 1957, itu benar-benar menjadi perhelatan raksasa bagi masyarakat Palembang dan sekitarnya. Tidak kurang dari 100 ribu warga mendatangi kawasan olahraga yang baru dibangun di luar kota Palembang ini.

Rocket Man Erick Scott, yang semula diharapkan menjadi atraksi puncak, hanya terbang sekejap, sehingga kurang bisa dinikmati penonton. Namun, pesta kembang api berhasil mengundang decak kagum warga Palembang. Selama 10 menit kawasan Jaka Baring, yang empat tahun lalu masih rawa-rawa dan sekarang menjadi kompleks olahraga modern, terang-benderang oleh percikan kembang api.

Pesta olahraga ini merupakan PON terbesar sejak digelar pertama kali di masa perjuangan 1948 di Solo. Sejumlah 41 cabang dipertandingkan, memperebutkan 675 set medali. Atlet yang berlaga sampai 14 September berjumlah 9.445, yang berasal dari 31 provinsi. Empat provinsi baru, Maluku Utara, Bangka-Belitung, Gorontalo, dan Riau Kepulauan untuk pertama kalinya berpartisipasi.

Acara pembukaan ini diawali dengan berbagai tari-tarian dan empat lagu karya komposer kelahiran Sumsel, A.T. Machmud, yang dibawakan penyanyi cilik Tasya. Setelah itu, defile peserta, yang kali ini berlangsung lebih cepat karena peserta dibatasi hanya 30 orang per kontingen.

Pesta olahraga yang dibuka oleh Presiden Megawati Soekarnoputri ini tampaknya akan kembali menjadi ajang persaingan tiga daerah papan atas, yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Megawati dalam sambutan singkatnya menyampaikan harapan agar para atlet menjaga sportivitas, semangat bertanding, serta menjaga persaudaraan yang kukuh.

tim koran tempo

TOPIK






Komentar Anda

Kirim