Jusuf Kalla Minta Kader PKS Awasi Kecurangan Pemilu
Sabtu, 04 September 2004 | 18:04 WIB
TEMPO Interaktif, Padang:Calon wakil presiden Jusuf Kalla meminta kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mau menjadi saksi untuk pasangan dirinya bersama Susilo Bambang Yudhoyono serta mengamankan dan mengawal perhitungan suara pemilihan presiden putaran kedua 20 September mendatang.
"Kita berharap kader PKS berdiri paling depan untuk
duduk menjadi saksi, karena dalam pemilihan presiden
putaran kedua ini paling mudah mengawasi dan
sebaliknya suara juga paling mudah hilang, jadi perlu
kita waspadai," kata Jusuf Kala saat bertemu pengurus
dan kader PKS Sumatera Barat di Hotel Bumi Minang
Padang, Sabtu (4/9).
Dalam acara deklarasi dukungan PKS Sumatera Barat
terhadap pasangan SBY-Kalla itu dihadiri Ketua DPP PKS
Irwan Prayitno, mantan manajer kampanye Amien Rais
Bambang Sudibyo, serta Ketua DPW PKS Sumbar Mahyeldi
Anyarullah.
Deklarasi itu juga dihadiri tokoh asal
Sumatera Barat seperti Azwar Anas, Syahrul Ujud dan
Hasan Basri Durin yang juga menjadi pendukung Partai
Demokrat.
Jusuf Kalla mengatakan mereka hanya punya waktu 12
hari untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi Pemilu
Presiden putaran kedua. Ia berharap kader dan
simpatisan PKS ikut mencegah kecurangan-kecurangan
yang mungkin akan terjadi. "Kalau kita hitung dari
polling di masyarakat Insya Allah suara kita akan
melampaui saingan kita, dan kalau sudah terpilih kami
berjanji akan memegang amanah sebaik-baiknya," kata
Kalla.
Ketua Umum DPW PKS Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah
menandatangai nota kesepahaman dengan Jusuf Kalla.
Dalam nota kesepahaman itu berisi perjanjian apabila
pasangan SBY-Kallla jika terpilih menjadi presiden
harus konsisten melakukan perubahan untuk membangun
pemerintahan yang bersih yang dibuktikan dengan
kesiapan memberhentikan anggota kabinet yang melakukan
korupsi, tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan
pemerintah sebelumnya.
Selain itu juga dicantumkan agar pasangan SBY-Kalla mendukung perjuangan bangsa Palestina dalam mencapai kemerdekaan Palestina serta tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Sebelumnya di Padang Jusuf Kalla telah sempat
meresmikan gedung HMI (Himpunan Mahasiswa Islam)
Padang dan menghadiri pertemuan dengan Ikatan
Pensiunan Pegawai Negeri yang berusia 50 tahun keatas
serta PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia).
Febrianti - Tempo News Room
[Edit] - [ Download Article ]





