Pemerintah Mengutuk Teroris

Kamis, 09 September 2004 | 15:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Indonesia mengutuk aksi teroris pada ledakan bom di depan Kedubes Australia di Jakarta, Kamis (9/9). "Tidak hanya mengutuk perbuatan seperti ini, sama-sama berupaya memerangi, menangkap pelaku dan menyeret kepengadilan," kata Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda kepada wartawan hari ini.

Ia mengatakan, berdasarkan keterangan dari Kapolri Da'i Bachtiar, ledakan itu berasal dari bom mobil. "Harusnya orang yang ada di dalam mobil nyawanya sudah melayang," kata Hassan yang datang bersama Juru Bicara Departemen Luar Negeri Marty Natalegawa. Hassan juga menduga ledakan berpola sama dengan bom Bali dan JW Marriott, Jakarta.

Atas peristiwa ledakan itu, Hassan menyatakan, pemerintah Australia menawarkan bantuan untuk penanggulangan masalah. Pernyataannya disampaikan melalui Kedubes Indonesia di Australia. "Saya percaya, kedua rakyat (Indonesia-Australia) tidak mudah diadu domba oleh sekelompok kecil teroris," kata dia.

Saat ini, Deplu menanti kedatangan Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer dan Menlu bayangan Kevin Rudd untuk berkunjung ke Jakarta.

Hassan mengatakan, pihaknya tidak menerima laporan intelijen atas rencana serangan teroris di depan kedubes itu.

Hassan memastikan tidak ada warga negara asing yang meninggal dunia. Korban yang meninggal dunia adalah warga Indonesia. Laporan yang ia terima, korban meninggal adalah warga negara Cina, yang saat ini ditempatkan di Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo.

Rencananya, pada pukul 16.00 WIB Presiden Megawati Soekarnoputri akan datang ke lokasi ledakan. Presiden akan datang dari Brunei Darussalam.

Martha Warta - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim