Pelaku Diperkirakan Menggunakan Suzuki Carry
Kamis, 09 September 2004 | 18:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Abdullah Amsar, salah seorang Satpam Kedutaan Australia mengaku sempat melihat pelaku bom menggunakan mini bus jenis Suzuki Carry.
"Sekilas warnanya hijau muda," ujar Abdullah kepada Tempo News Room dan Radio 68H di Rumah Sakit MMC. Namun dia mengaku, tidak melihat jumlah orang didalam mini bus tersebut.
Lebih lanjut, Abdullah mengungkapkan, pada saat kejadian dirinya sedang berada di bagian luar gerbang Kedutaan Australia. "Jarak saya dengan mobil sekitar 20 meter," katanya. Dia menceritakan mobil mini bus tersebut, meluncur dari jalur cepat masuk kejalur lambat dan bagian depan mobil sedikit masuk mengarah ke gerbang.
"Sepertinya mau bunuh diri," kata dia. Abdullah menambahkan, kejadiannya sangat cepat, lalu terjadi ledakan yang sangat dahsyat. Abdullah merasa pusing dan berkunang-kunang akibat ledakan tersebut. Dia kemudian berlari kearah Rumah Sakit MMC.
Saat ini, Abdullah dirawat dilantai 5 kamar 551 rumah sakit MMC. Dia menderita luka dibagian pergelangan kaki, pergelangan tangan dan bagian kepala. Bagian mukanya juga tampak lebam.
Rekannya, yang berada satu kamar Samromi juga mengalami luka-luka di bagian tangan dan kepala. Pada saat kejadian, Samromi sedang bertugas di lobi Kedutaan. "Saya sempat menyelamatkan Brimob dan tiga orang satpam," kata dia. Namun, dia mengaku apakah brimob itu tewas akibat ledakan itu.
Ledakan di depan Kedutaan Australia terjadi sekitar pukiul 10.30 WIB. Pada saat kejadian, terdapat 8 orang satpam bertugas dipos depan. Mereka adalah Anton Sujarwo (meningal dunia) dan tujuh orang mengalami luka-luka yakni Sujarwo, Iswanto, Abdullah Amsar, Samromi, Sudirman, Kristian dan Joshua Ramos. Di pos belakang terdapat 2 orang satpam, yakni Mujiono dan Muhammad Hillal.
Faisal - Tempo News Room





