Polisi Nyaris Menangkap Azahari dan Noor Din Moh Top di Cengkareng

Jum'at, 10 September 2004 | 18:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pihak kepolisian ternyata pernah nyaris berhasil menangkap Dr Azahari dan Noor Din Mohammad Top, tersangka dalang pelaku sejumlah pemboman di Indonesia, di daerah Cengkareng, Tangerang, sekitar sebulan lalu. Tapi mereka berhasil kabur, beberapa hari sebelum polisi mendatangi tempat persembunyiannya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolri Jendral Da'i Bachtiar, usai mendampingi Presiden Megawati menerima Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer, di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Jum'at (10/9).

Dia mengakui, meski selalu mengatakan situasi negara ini aman dan terkendali, terorisme itu masih ada. Yaitu, sisa-sisa pelaku pemboman Bali dan Hotel JW Marriott yang belum bisa ditemukan. "Terutama Azhari dan Noor Din Moh Top," katanya. Da'i menambahkan sesungguhnya kepolisian dan tim anti teror terus bekerja dan bergerak mencari para pelaku yang masih tersisa.

Da'i menunjuk contoh, keberadaan Ali Imron di Jakarta adalah salah satu upaya kepolisian mencari informasi mengenai keberadaan Azahari dan Noor Din."Tim anti teror terus bergerak mencari, dan kemudian menggunakan salah satu anggotanya. Itu adalah salah satu upaya kami," katanya.

Dia menyatakan sejak awal polisi telah memberikan berbagai peringatan dini, jauh sebelum peledakan bom di Kuningan, Kamis lalu. "Sudah saya sampaikan, Hari Bhayangkara, Juli lalu, menjadi (salah satu) target (pemboman)," katanya. Juga, Markas Besar Polri di Jakarta, Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Australia, Bandara Soekarno Hatta, dan pusat latihan detasemen anti teror di Semarang, diindikasikan sebagai target pemboman oleh kelompok Azahari.

Da'i mengakui, kepolisian telah menemukan dan mendeteksi salah satu tempat persembunyian mereka, yaitu di sekitar daerah Cengkareng, Tangerang. "Kita menemukan kontrakan (mereka) di sana, tapi sudah pindah lagi," katanya. Menurut dia, kejadian tersebut berlangsung sekitar satu atau dua bulan lalu. Saat didatangi oleh polisi, rumah kontrakan itu sudah kosong. Menurut informasi masyarakat sekitar, orang yang mengontrak rumah itu sudah pergi tiga hari sebelumnya.

Dari pengakuan masyarakat sekitar itu, diketahui bahwa ciri-ciri yang mengontrak rumah mirip dengan Azahari dan Noor Din. "Kita tanya, ciri-cirinya apa. (Dijawab) ini-ini-ini. Nah dari ciri-ciri itu, dugaan kita mirip dengan keduanya (Azahari dan Noor Din)," urai Da'i.

Kapolri menyatakan, polisi tidak pernah mau mengungkapkan secara detail mengenai proses penyelidikan dan pencarian kedua orang itu. "Kami tidak pernah menyatakan secara jelas, nanti saja kalau sudah kita tangkap," katanya. Menurut dia, kedua burononan polisi itu selalu bergerak bersama-sama dan berpindah tempat. "Jadi kalau saya katakan dimana tempatnya, ya mereka bergerak terus," katanya.

Tapi Da'i tidak mengakui secara langsung, bahwa keberadaan Azahari dan Noor Din di Cengkareng sebulan lalu itu, terkait dengan kejadian pemboman di depan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, hari kemarin.

Dia hanya menyatakan, bahwa polisi sejak awal sudah mendeteksi kemungkinan kembali terjadinya pemboman. "Selalu ada yang menilai (antisipasi polisi lemah). Itu hak setiap orang. Tapi kami selalu mengantisipasi," katanya.

Yura Syahrul - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: