Polisi Yakin Pembom Naiki Mobil Boks Putih

Sabtu, 11 September 2004 | 13:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Polisi semakin yakin jika pelaku bom di depan Kedubes Australia, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis lalu, menggunakan mobil boks Daihatsu putih. Dua rekaman video masing-masing dari Palza Kuningan dan Plaza 89 menunjukkan mobil tersebut bergerak dari jalur cepat lalu masuk ke jalur lambat dan meledak persis di depan gedung Kedubes Australia.

Demikian penjelasan Kapolri Jenderal Polisi Da'i Bachtiar saat menggelar jumpa pers di Media Center Mabes Polri di Hotel Sari Pan Pacifik, Jakarta, Sabtu (11/9). Dalam kesemparan itu, Dai mempertontonkan animasi rekaman video dari dua arah berlawanan.

Hasilnya, dari arah utara persis depan Plaza 89 sebuah mobil boks Daihatsu warna putih bergerak dari jalur labat masuk ke jalur cepat lalu berbalik arah ke kanan berhadapan menjuju depan Plaza Kuningan. Selanjutnya mobil tersebut masuk ke jalur lambat menuju arah selatan dan meledak di depan Kedutaan Australia.

Sedangkan hasil rekaman video Plaza Kuningan terlihat mobil yang sama melaju dari arah selatan lalu putar balik melewati Plaza Kuningan dan persis di depan kedutaan Australia lalu meledak. "Dalam rekaman Plaza 89 mobil tersebut meledak di depan kedubes Australia ada truk polisi lalu nyalip truk polisi, 29 detik dari itu lansung meledak," kata Da'i.

Menurut Dai, jika modus operandi seperti itu meski pengamanan sudah ketat di kedubes asing yang jadi sasaran teroris, pihaknya akan kesulitan mencegahnya. Dengan begitu, Da'i menyatakan saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi ancanan terorisme terutama dari kelompok Dr Azahari dan Nurdin M Top.

"Kami sudah lakukan pemburuan kepada dua orang tersebut (Azhari dan Nurdin M Top) seperti ke Bandung setelah ada informasi dari anggota polisi di Cirebon. Jejak pelaku juga dilaporkan menuju ke Jawa Tengah dan Jawa Timur," papar Da'i yang didampingi beberapa pejabat Mabes Polri.

Dijelaskan Da'i, dalam persembunyiannya kedua buronan tersebut berpindah-pindah. Dilaporkan kedua buronan pernah ke Jakarta (Cengkareng) namun saat polisi ke Cengkareng mereka sudah tiga hari meninggalkan tempat tersebut.

Polisi menemukan serbuk TNT dan sulfur yang persis ditemukan di TKP Kedubes Australia.

"Dalam memburu pelaku, polisi melalukan investigasi diantaranya memeriksa DNA dari potongan tubuh yang ditemukan di TKP," jelas Dai.

Kepada masyarakat, Dai menyerukan jika mengetahui ada yang menyewa kontrakan dan ciri-cirinya mirip dengan Dr Azahari dan Nurdin M Top segera melaporkannya. Demikian juga jika ada yang mengetahui asal kendaraan putih yang diduga digunakan dalam aksi teror.

Kepada pers Da'i juga mengataan kelompok teroris ini selalu melakukan rekruitmen baru, baik dari Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Da'i menepis isu yang menyebutkan polisi sempat menerima ancaman bom melalui pesan pendek (short message secvice).

Khairunnisa - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim