|
PON XVI
DKI Jaya Kembali Juara Umum, Sumsel Lima Besar
Selasa, 14 September 2004 | 10:28 WIB
TEMPO Interaktif, Palembang:DKI Jakarta akhirnya kembali menjadi juara umum Pekan Olahraga Nasional, setelah sempat digeser tuan rumah Jawa Timur dalam PON 2000. Kontingen Ibu Kota itu menutup PON XVI ini dengan meraih 144 medali emas, 110 perak, dan 113 perunggu.
"Sebenarnya ini di bawah perhitungan semula, karena DKI sebelumnya memprediksikan merebut 150 sampai 160 emas. Tetapi sekarang perolehan medali lebih merata dan perolehan Jawa Timur dan Jawa Barat seret, sehingga dengan jumlah 144 emas, kami sudah juara umum," kata Wakil Ketua Kontingen DKI B.E. Rahantoknam di Palembang kemarin.
Jawa Timur, yang semula menargetkan mempertahankan gelar juara umum, hanya menempati posisi kedua dengan 76 emas, 81 perak, dan 110 perunggu. Jawa Barat juga gagal memenuhi target masuk dua besar kembali. Mereka hanya menempati posisi ketiga, sementara Jawa Tengah mempertahankan posisi empat besar dengan meraih 56 medali emas, 57 perak, dan 61 perunggu.
Kejutan dibuat tim tuan rumah Sumatra Selatan, yang berhasil masuk lima besar, atau posisi teratas di antara tim-tim luar Pulau Jawa. Sumsel sukses memenuhi targetnya menempati posisi kelima dengan meraih 29 medali emas, 41 perak, dan 41 perunggu. Mereka berhasil melampaui Lampung dan Jambi, yang biasanya langganan lima besar.
Ketua kontingen Sumsel Amalsyah Tarmizi mengatakan, sukses tim tuan rumah karena persiapan panjang yang mereka lakukan. "Semua berjalan dengan sangat baik dan menunjukkan sesuatu yang luar biasa dari beberapa cabang olahraga. Saya katakan luar biasa karena atlet-atlet Sumsel bisa menunjukkan kelas dan melampaui target yang dibebankan di pundak mereka," katanya.
Menurut Rahantoknam, gagalnya DKI memenuhi 150 target juga karena banyak atlet DKI yang diambil daerah lain. Ia menunjuk 11 perenang DKI yang pindah ke berbagai daerah termasuk Jambi, yang kemudian menjadi pengumpul medali emas terbanyak di cabang akuatik itu.
"Memang banyak daerah di luar Jawa yang mencatat kemajuan, tetapi perolehan medali mereka lebih banyak karena ditunjang oleh atlet-atlet pindahan dari DKI, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan NTB," katanya.
Amalsyah Tarmizi mengakui sebagian medali emas SUmsel ditunjang oleh atlet pindahan dari daerah lain. "Jumlah mereka hanya sekitar 10 persen dari seluruh atlet Sumsel, dan medali yang direbut sekitar 30 persen dari keseluruhan medali kami," kata Amalsyah, yang memandang atlet pindahan itu diperlukan untuk memotivasi atlet Sumsel sendiri.
Ia mengungkapkan, langkah yang lebih penting sekarang adalah menyiapkan atlet di masa mendatang. "Sekarang tidak ada lagi alasan kekurangan sarana dan prasarana. Semua sudah ada. Tetapi kami memang masih menghadapi persoalan SDM, atlet, pelatih dan Iptek serta manejemen olahraga lemah," katanya. "PON kali ini merupakan momentum kebangkitan olahraga di Sumsel.
tim koran tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|