Pengamat: Model Debat Capres Tunjukkan Lemahnya KPU
Selasa, 14 September 2004 | 17:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:KPU dinilai lemah karena mengeluarkan aturan debat dengan berdasarkan ketakutan adanya calon presiden yang mengatakan tidak akan datang pada debat capres seperti model pada putaran pertama.
Hal ini dikatakan Pengamat Politik UI Imam D. Prasojo kepada wartawan seusai penandatanganan MoU antara Menteri Lingkungan Hidup dan Rektor UI di Jakarta, Selasa (14/9).
Ia mengatakan, pengaturan dialog yang ada sekarang lebih buruk dari putaran pertama. "Kita sebagai pemilih ingin mengetahui apa yang ada di dalam pikiran masing-masing capres. Salah satunya adalah dengan bertanya dan membandingkannya," ujar imam.
Imam juga mengatakan, dalam perbandingannya tidak boleh disekat-sekat, dijejerkan, bahkan jika perlu dikontraskan, terutama bagaimana membedakan Megawati dan SBY.
Tapi sekarang, menurut Imam, pengkontrasan menjadi sangat sulit, karena kedua capres tidak hadir dalam satu forum bersama. Hal ini disayangkan Imam, karena menurutnya, masyarakat pemilih sudah cukup dewasa dan tidak akan emosional menghadapi debat capres.
Ia menilai, lemahnya posisi KPU dalam mengatur debat capres karena banyaknya kelemahan yang dimiliki oleh KPU itu sendiri.
Ia juga mengatakan, KPU hendaknya independen dan menentukan aturan apa yang menguntungkan pemilih. Ia juga menantang KPU untuk berargumen tentang keuntungan yang akan didapat para pemilih dalam model dialog malam ini.
Imam juga menanggapi sayembara Rp 14,1 miliar akan merugikan pihak Mega. "Ini adalah kampanye negatif bagi Megawati. Apalagi, dengan adanya kemerdekaan pers sekarang," ujar Imam.
Adanya sumbangan dari BUMN seperti Bank BRI, Bank Mandiri, dan lain-lain, menurut Imam mengidentifikasikan sifat BUMN sebagai sapi perah dari pemerintah di zaman orde baru.
Ia mengandaikan, jika dirinya menjadi tim sukses Mega, ia akan segera menghentikan sayembara tersebut. Menurutnya, mereka yang ikut sayembara ini lebih ingin mendapat uang, bukan ingin memilih Mega.
RR Ariyani





