Kapolri: Bom Sengaja Diledakkan di Pagar Kedubes

Rabu, 15 September 2004 | 12:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar mengatakan bom sengaja diledakkan dipagar besi Kedutaan Besar Australia. Karena, kalau diledakkan di depan pagar tembok, dampaknya lebih kecil.

Ia mengatakan, titik lemah pada gedung itu pada pagar yang bercat hijau. "Kalau maju sedikit kena tembok tebal, impact-nya ke gedung kecil," kata Da'i, saat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI, Rabu (15/9). Menurutnya, kelompok teroris telah melakukan survei dengan sasaran gedung kedubes Australia.

Saat dengar pendapat, Da'i memaparkan, gambaran peledakkan pada Kamis (9/9) pagi lalu. Berdasarkan rekaman CCTV milik Plaza Kuningan, tampak mobil boks Daihatsu Zebra tahun 1990 yang diduga membawa bom melintas di depan kedubes sekitar pukul 10.30 WIB. Dari rekaman CCTV Plaza 89 terlihat ledakan, efek asapnya berlangsung sekitar 30 detik. Polisi kemudian menemukan, titik ledakan tertutup dengan air karena ada saluran pipa air. Kedalaman sekitar 47 centimeter dengan luas 3,2 meter.

Polisi juga menemukan ban Daihatsu tersangkut dipagar besi, dan potongan kaki. Sampai saat ini, masih mengidentifikasi potongan kaki itu ditambah dengan test DNA.

Hasil olah tempat kejadian perkara, kata Da'i, bahan bom adalah TNT high explosive, potassium chloride, sulfur, alumunium powder dengan kekuatan low explosive. Polisi juga menemukan serpihan cassing mobil dan filling cabinet berwarna. "Bahan peledak dibungkus supaya sulit dideteksi," kata Da'i.

Serpihan mobil dengan blok mesin nomor 9032109. Blok mesin itu, bukan dari baja besi tapi dari amalgam yang diperkirakan pelaku akan hancur total.

Da'i menjelaskan, pihaknya juga sedang merekonstruksi wajah hancur di Rumah Sakit Polri. Pengidentifikasian ini dilakukan sama dengan saat merekonstruksi Asmar pelaku peledakan di Marriott 5 Agustus 2003 lalu. Selain itu, pihaknya juga sudah menerima lima sample darah pembanding dari orangtua Hasan dan Jabir alias Nanang sebagai dua orang yang disiapkan Noordin M Top sebagai pelaku peledakan.

Martha Warta - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: