Akbar Beri Waktu Fahmi cs Hingga 1 Oktober
Jum'at, 17 September 2004 | 18:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung memberi batas waktu hingga 1 Oktober kepada 12 fungsionaris yang diberhentikan sementara, baik sebagai pengurus maupun anggota, untuk kembali dan tunduk kepada putusan Rapimnas.
Akbar mensyaratkan mereka kembali kepada keputusan Rapimnas yang mendukung pasangan Megawati–Hasyim Muzadi. “Bisa saja sebelum tanggal 1 Oktober menjadi patokan,” ujar Akbar kepada wartawan usai sholat Jumat di Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/9).
Menurut Akbar, keputusan rapat pleno tentang pemberhentian sifatnya masih sementara. Ia berpendapat, jika ke–12 fungsionaris itu kembali dan tunduk kepada keputusan Rapimnas, maka masalahnya bisa dianggap selesai.
Namun sikap resmi itu, menurut Koordinator Koalisi Kebangsaan ini, harus ditunjukkan dalam bentuk pernyataan resmi sebagai bentuk menyadari atas kekeliruan sikapnya selama ini. “Saya mendengar satu dua orang yang memberikan respon positif mengirim surat bahwa mereka mematuhi putusan partai,” kata Akbar.
Mengenai permintaan pembelaan khusus, Akbar menjanjikan forum pleno khusus mendengarkan pembelaan mereka. Namun mengenai waktunya, Akbar mengaku masih akan diatur waktunya.
Akbar juga menjelaskan jika keputusan memberhentikan sementara mendapat dukungan DPD Golkar di daerah. Menurut Akbar semua memberikan dukungan dan bahkan 11 DPD di antaranya sudah mengirimkan surat mendukung langkah tegas DPP memberhentikan jika tidak ada tanda-tanda kembali kepada putusan organisasai.
“Jadi tindakan kami ini tindakan tegas yang didukung daerah. Memberhentikan sementara dari pengurus dan memberhentikan sementara dari anggota. Jadi kita lihat tanggapan mereka dan jika tidak ada tanda-tanda kembali, sementara itu bisa jadi sangat relatif hingga batas waktu tertentu,” papar Akbar.
Nada bicara Akbar kembali meninggi saat ditanya dirinya panik dalam mengambil keputusan. “Siapa yang bilang panik, kita panik?” ujar Akbar sewot. Sebagai ketua umum partai dirinya tidak bisa membiarkan anak buahnya terus berkeliaran melakukan manuver dan gerakan dengan cara mengundang tokoh-tokoh yang tidak ada kaitannya dengan Golkar atas nama Forum Golkar yang tidak jelas dan sah.
Ecep S. Yasa - Tempo





