SBY-Kalla Siapkan Tim Advokasi
Jum'at, 17 September 2004 | 19:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla sudah menyiapkan tim advokasi menghadapi dan mengantisipasi campur tangan birokrasi dalam pemilihan 20 September mendatang.
"Dalam lima hari tim advokasi akan berkumpul mencatat semua laporan dari TPS desa atau kecamatan bila terjadi hal itu," kata Kalla usai mengikuti rapat koordinasi antara tim kampanye nasional pasangan SBY-JK dengan partai-partai pendukung di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (17/9).
Menurut Kalla, tim advokasi itu akan terdiri dari tiga orang di masing-masing kabupaten di tiap provinsi. Kalla mengatakan, penyiapan tim advokasi merupakan bagian dari pembicaraan rapat apabila birokrasi campur tangan dan tidak independen dalam pemilihan nanti.
"Tim itu untuk menjaga agar pemilihan jujur dan terbuka, di mana birokrasi tetap independen," kata dia.
Rapat koordinasi itu berlangsung tertutup. Selain pasangan Yudhoyono dan Jusuf Kalla, rapat dihadiri oleh Ketua Tim Kampanye Nasional, Letjen Purn. Ma'ruf. Juga tampak mantan Panglima TNI Laksamana (Purn.) Widodo AS.
Sementara dari partai pendukung, antara lain Subur Budhisantoso dan E.E Mangindaan dari Partai Demokrat, Edi Sudrajat dan Samuel Samson dari PKPI, Yusril Ihza Mahendra dari PBB, Hatta Rajasa dan Sutrisno Bakir dari PAN, Alwi Shihab dan Yenni Zanuba Wahid dari PKB, Hidayat Nur Wahid dan Anis Matta dari PKS, Sekjen PFI Djumhur Hidayat, dan Ketua Umum PIB Syahrir.
Kalla menjelaskan, rapat juga membicarakan upaya konsolidasi dan pemantauan, khususnya pada pelaksanaan pemilu 20 September. "Rapat ini juga untuk memastikan para saksi yang dikerahkan berlapis itu berjalan dengan baik," katanya. Hasil rapat optimis, segala program itu akan berjalan dengan baik. Sejauh ini, kubu Yudhoyono-Kalla sudah menyiapkan sekitar 1 juta saksi.
Selain itu, menurut Kalla, rapat juga mendengar laporan dari pemantauan tim yang dikirim ke daerah-daerah untuk memastikan bahwa mesin politik berjalan baik.
"Persiapan OK. Laporan daerah tetap optimis," ucapnya. Menurutnya, hal yang sama juga ditunjukkan dari laporan partai-partai pendukung. Untuk itu, selama tiga hari masa tenang, kubu Yudhoyono-Kalla berjanji akan taat azas dengan hanya melaksanakan kegiatan internal.
Yandhrie Arvian - Tempo





