Imparsial Minta DPR Kontrol Pembentukan Dewan Keamanan

Selasa, 28 September 2004 | 18:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Eksekutif Imparsial Rachland Ashidik meminta DPR sebagai oposisi yang kuat untuk mengimbangi Dewan Keamanan Nasional yang akan dibentuk presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini, untuk mengkontrol kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan presiden menyangkut keamanan nasional, serta mengurangi dominasi militer dalam pembuatan kebijakan-kebijakan oleh presiden. Pernyataan ini disampaikan Rachlan dikantornya Jakarta, Selasa (28/9).

Menurut Rachland, selama dewan keamanan itu hanya bertugas sebagai penasehat dan memberikan rekomendasi-rekomendasi ke presiden, posisi dewan keamanan nasional tidak akan tumpang tindih dengan lembaga-lembaga lainnya, seperti Badan Intelejen Negara (BIN), Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), ataupun Kementerian Polkam. "Kalau itu, untuk memberikan nasehat ke presiden, tidak apa-apa," ujarnya.

Rachland melihat keinginan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuat Dewan Keamanan Nasional lebih kepada keinginan membuat tim yang bisa memberikan masukan-masukan keamanan kepada presiden, sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, dia berharap presiden terpilih nanti menempatkan orang-orang sipil ke dalam Dewan Kemanan Nasional itu. "Saya menolak Dewan Keamanan Nasional dipimpin dan diisi oleh militer-militer aktif," ujarnya. Dikhawatirkan lembaga itu dimanfaatkan untuk kepentingan militer. Rachland menyebutkan salah satu yang tepat dimasukkan menjadi anggota dewan keamanan yaitu Hasnan Habib.

Sunariah - Tempo






Komentar Anda

Kirim