PPP Dukung Golkar, Siapkan Wakil Ketua DPR

Selasa, 28 September 2004 | 21:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Langkah Partai Golkar kembali meraih kursi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) semakin mulus. Usai Akbar Tandjung melontarkan empat nama kandidat yang bakal menjadi orang nomor satu di DPR, bak gayung bersambut dukungan pun mulai bermunculan.

Fungsionaris DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Chozin Chumaedi berpendapat, kesepakatan awal terbentuknya Koalisi Kebangsaan salah satunya memberikan kursi Ketua DPR untuk Partai Golkar.

“Jadi tidak hanya mengusung pasangan Megawati–Hasyim Muzadi sebagai capres yang kita didukung bersama-sama,” jelas Chozin kepada Tempo, Selasa (28/9) malam.

Chozin yang menjadi perwakilan PPP di Koalisi Kebangsaan ini berpendapat, memberikan kursi untuk Partai Golkar tidak semata-mata karena urusan bagi-bagi kursi, namun lebih jauh dari itu dalam kerangka membangun kekuatan kontrol yang efektif di parlemen.

Senada dengan Chozin, fungsionaris DPP PPP lainnya, Lukman Hakim Saifudin berpendapat, jika ada perbedaan, itu karena munculnya pemikiran jika pasangan Megawati–Hasyim Muzadi menang. Namun kebanyakan dari peserta Koalisi Kebangsaan berpendapat tetap pada konsesi semula memberikan kursi Ketua DPR untuk Partai Golkar.

PPP sendiri, ujar Lukman menambahkan, cukup tahu diri sebagai partai nomor tiga terbesar di Koalisi Kebangsaan. Dengan 58 kursi di DPR, PPP akan dengan senang hati dan sewajarnya mendapatkan kursi Wakil Ketua DPR.

Sejauh ini PPP sudah mempersiapkan empat nama untuk posisi wakil ketua DPR, yaitu KH Thoyfur, Chozin Chumaedi, Yunus Yosfiah, dan Endin AJ Soefihara. “Finalnya baru akan ditentukan dalam rapat pleno DPP nanti,” kata Lukman.

Sebelumnya, Akbar menyatakan pihaknya telah mempersiapkan empat nama untuk diproyeksikan sebagai Ketua DPR RI periode 2004 - 2009, yaitu Agung Laksono, Mahadi Sinambela, Budi Harsono dan Andi Mattalata.

Keempat nama itu, kata Akbar, akan segera di-sounding ke partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan. Menurut dia, beberapa hari ke depan, Koalisi Kebangsaan sudah akan membicarakannya.

Saat yang sama, untuk meloloskan satu dari empat calon yang disiapkan tersebut, Akbar akan merancang kesepakatan baru dengan PDI Perjuangan berupa pembagian kursi ketua di DPR dan MPR. Akbar mengisyaratkan, Partai Golkar mengincar kursi Ketua DPR, sedangkan kursi Ketua MPR akan diserahkan kepada PDI Perjuangan.

Ecep S. Yasa - Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: