Tanggapan Media Terhadap Laporan Laksamana Sukardi

Kamis, 07 Oktober 2004 | 21:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menanggapi laporan Laksamana Sukardi, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke Dewan Pers perihal pemberitaan kelima media, Kamis (7/10), pihak terlapor pun memberikan komentarnya. Pemimpin Redaksi Majalah TRUST mengatakan, tulisan berjudul "Laksamana, Kenapa Harus Kabur?" edisi nomor 52 tahun 2, 27 September-3 Oktober 2004 sudah memenuhi standar jurnalistik. "Kita sudah mengklarifikasi hal ini kepada kakaknya (Samudera Sukardi)," kata Bambang Aji Setiady kepada Tempo lewat sambungan telepon.

Aji juga menampik tuduhan yang diajukan Laksamana. Karena TRUST adalah media mingguan, dan sudah banyak koran-koran memberitakan isu "kabur"nya Laksamana itu sebelum TRUST sendiri memberitakannya. "Pemberitaan yang kami lakukan adalah mempertanyakan isu itu. Kita ingin memberitakan isu itu," kata Aji yang kemudian menilai, pemberitaan TRUST justru menguntungkan alumnus Institut Teknologi Bandung itu (Laksamana Sukardi). "Kita tidak menghakiminya, justru mempertanyakan apa benar Laks kabur?" kata Aji lagi.

Hal senada juga dilontarkan Redaktur Eksekutif (penanggung-jawab) Harian Rakyat Merdeka, Teguh Santoso. "Pemberitaan kami tidak berpretensi untuk mefitnah Laks. Kami sudah melakukan konfirmasi dari keluarga. Tulisan berjudul 'Dikhawatirkan Kabur Ke Luar Negeri, Jaksa Agung Diminta Mencekal Laksamana' edisi Jumat 24 September 2004, sudah sesuai dengan standar jurnalistik," kata Teguh kepada Tempo lewat sambungan telepon..

Menurut Teguh, judul yang menginstruksi Jaksa Agung untuk mencekal Laks, merupakan reaksi berbagai pihak yang mendengar dan membaca berita "kabur"nya Laksamana ke luar negeri. "Itu benar-benar fakta, dan kita tulis apa adanya," kata Teguh.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Nusa di Denpasar, Bali, Herman Basuki mengatakan, pemberitaan pihaknya tidak bermaksud menuduh. Karena kepergian Laksamana ke luar negeri sudah jadi pengetahuan umum, sehingga Harian Nusa pada edisi 24 September lalu merasa perlu memberitakannya.

"Berita kami berupaya memberi penjelasan ke publik atas kabar Laks yang ke luar negeri. Penggunaan judul 'Laks Diisukan Kabur ke Luar Negeri', itu karena berita ini sudah menjadi gunjingan hangat di masyarakat," kata Basuki kepada Tempo.

Menurut Basuki, pihaknya sudah menghubungi rumah dinas dan menanyakan anggota keluarga Laksamana. Upaya itu tidak berhasil, sehingga akhirnya konfirmasi ke sejumlah orang yang mengetahui kepergian Laksamana Sukardi itu, pun dilakukan. "Jika kami dipanggil Dewan Pers, kami akan datang untuk mengklarifikasi pemberitaan itu. Kami akan menjelaskan, pemberitaan kami sudah berimbang," kata Basuki lagi.

Edy Can, Elik S. - Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: