Indonesia-China Sepakati Kerjasama Pengembangan Senjata
Jum'at, 05 November 2004 | 13:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Hari ini (5/11), Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Widodo AS mengadakan pertemuan dengan state counselor yang juga merangkap Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat China Tan Jiaxuan. Salah satu poin penting pembicaraan, menurut Widodo adalah Indonesia dan China sepakat melakukan kerja sama pengembangan teknologi persenjataan.
Menurut Widodo, persoalan kerjasama ini menjadi sesuatu yang penting dan harus direalisasikan kedua negara untuk menangani masalah separatisme dan terorisme di kedua negara. Juga untuk membangun kapasitas dalam menangani masalah keamanan masing-masing negara yang terkenal sebagai negera luas dengan jumlah penduduk yang banyak.
Kunjungan Wakil Perdana Menteri Tan sendiri menurut Widodo merupakan kunjungan resmi dari pemerintah Tiongkok. Tan sekaligus menjadi utusan khusus Presiden China untuk bertemu dengan Presiden Yudhoyono. Pagi ini, sebelum berkunjung ke Kementria Menko Polkumkam, Tan bersama Widodobertemu SBY di Istana Negara.
Tan sendiri menyebut bahwa hasil pembicaraannya dengan Menko Polkumkam sangat baik. Tan mengatakan, selain bertukar pandangan soal peningkatkan kerja sama dan konsultasi bidang keamanan, pertemuan ini menghasilkan kesepakatan penting lain. Sayangnya, Tan tak mau merinci apa kesepakatan penting itu. “Tapi saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang terus memegang kebijakan satu China,” kata Tan.
Dalam pertemuan ini juga dibahas soal kerjasama antara Indonesia dan Cina untuk membendung perkembangan gerakan separatis Taiwan Merdeka. “Kami bertukar pandangan tentang masyarakat Taiwan, saya yakin betul dibawah pemerintahan Presiden Yudhoyono, Indonesia akan memberi banyak pemahaman dan dukungan kepada Tiongkok tentang masalah Taiwan,” ungkap Tan yang mendatangi kantor Menko Polkumkam didampingi beberapa staf Kedutaan Besar China di Jakarta.
Sunariah





