Guru Besar UI Meninggal

Selasa, 09 November 2004 | 15:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Profesor Slamet Iman Santoso meninggal dunia diusia 97 tahun pada pukul 00.33 dini hari tadi. Ia sebagai salah seorang founding father dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Menurut Suryono, anak ke lima Profesor Slamet, kesehatan ayahnya menurun sejak tiga tahun terakhir. Meski fisiknya memburuk, kata dia, kesadarannya masih baik. "Ingatannya juga sudah menurun," katanya, Selasa (9/11).

Di lingkungan kampus, Profesor Slamet yang lahir pada 7 September 1907 ini dikenal sebagai sosok ilmuwan yang jujur dan sederhana. Dia seorang dosen yang mampu memberikan inspirasi kuat kepada mahasiswa maupun sesama pengajar di UI. "Ia tidak hanya guru, tapi juga teladan yang selalu ingin saya tiru," ujar Profesor Fuad Hasan, mantan Menteri Pendidikan yang sempat menjadi mahasiswanya pada 1953.

Ketika itu, menurut Fuad Hasan, cabang ilmu psikologi masih berupa jurusan di Fakultas Kedokteran. Bagi Fuad Hasan, meninggalnya Profesor Slamet merupakan suatu kehilangan besar bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Ucapan bernada serupa datang dari rekan kerjanya di lingkungan kampus UI. "Satu pesan terakhir yang saya ingat, ia tidak mau jika meninggal nanti namanya digunakan sebagai salah satu jalan," ujar Legowo, Direktur UI.

Satu perkar apenting yang dia ingat, semasa hidup Profesor Slamet selalu mengedepankan kejujuran sebagai faktor utama dalam pendidikan.

Jenasah almarhum disemayamkan dikediamannya Jl. Cimandiri 26, Cikini, Jakarta. Setelah disalati, jenazah dibawa ke Fakultas Kedokteran UI, lalu dimakamkan di Menteng Pulo.

Karangan bunga ucapan duka cita datang dari berbagai kalangan. Di antaranya Badan Pengawas Obat dan MakananM, Fakultas Kedokteran UI, PT Indofarma, Jakarta Eye Center, dan pengurus HIMPSI. Tampak pula karanga bunga dari Insinyur Akbar Tanjung, bekas Ketua DPR RI.

Rinaldi Dorasman - Tempo News Room

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: