Ketua Pengurus Port Klang: TKI Tidak Bisa Diatur

Sabtu, 13 November 2004 | 17:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jalil Omar, Ketua Pengurus Port Klang, Malaysia merasa kesal karena Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tidak bisa diatur. “Mereka itu bertindak semaunya,” keluh Omar kepada Tempo di Port Klang sembari menunjuk bukti beberapa meja rusak dan sampah menumpuk di bawah tenda sepanjang pelabuhan. Padahal, Omar mengaku, pihaknya sudah berusaha menertibkan pelabuhan mulai dari toilet darurat, tenda, bak sampah dan fasilitas lain seperti keamanan dan pelayanan kesehatan.

Walau toilet sudah di pasang, eh masih banyak juga TKI yang kencing di sembarang tempat. Bak sampah juga banyak disediakan, tapi kotoran malah bertebaran di mana-mana.“Yang paling menyedihkan, di semua kounter baik tiket, imigrasi dan pintu masuk kapal tidak bisa antre dengan baik. Masing-masih mau duluan” paparnya.

Wan Faizal, TKI asal Medan, mengakui kalau TKI tidak disiplin terutama dalam masalah kebersihan lingkungan. Tapi, kata Faisal, tumpukan sampah itu gara-gara membludaknya penumpang di pelabuhan dan tak bisa pulang karena kapalnya tak ada. Pengakuan yang sama datang dari Ella (30 tahun) asal Dumai. “Bagaimana akan tertib, hampir semua TKI kesal dengan pelayanan yang ada di pelabuhan. Tikar tidak ada, penumpang tidur beralaskan koran,” jelas Ella.

T.H. Salengke - Tempo






Komentar Anda

Kirim