Korban Akibat Gempa di Alor Jadi 23 Orang
Senin, 15 November 2004 | 16:00 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang: Korban akibat gempa bumi di Alor. Nusa Tenggara Timur, bertambah satu orang. Warga benama Hanam Algo, 75 tahun, menambah jumlah korban yang semula 22 orang, sampai berita ini dilaporkan pukul 15.30 WIB, menjadi 23 orang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh Tempo, korban luka berat sebanyak 118 orang. Sedang luka ringan mencapai 119 orang. Bangunan rumah rakyat yang rusak sebanyak 4.290 buah, 2.978 di antaranya rusak berat.
Fasilitas lain yang turut porak-poranda, yaitu gedung perkantoran sebanyak 127 unit, 71 rusak berat, dan 77 rusak ringan. Rumah ibadah masjid dan gereja mencapai 114 buah dan 65 gedung sekolah rusak berat.
Infrastruktur yang ikut berantakan, jalan raya sepanjang 110 kilometer dan 8 buah jembatan putus. Kurang lebih 50 ribu warga bertahan di tempat terbuka dan sebagian besar berlindung di lereng gunung. Beberapa pengungsi ini mulai menderita infeksi saluran pernafasan serta dan diare.
Gempa susulan sebanyak 12 kali dengan kadar 2-4 skala richter, sering terjadi. Badan Meterorologi dan Geofisika Kupang masih memberlakukan status waspada. Albert Opoli, anggota Satuan Pelaksana Penanggulangan Pengungsui dan Bencana Kabupaten Alor, mengatakan, "Kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah karena masih banyak desa terpencil yang belum melaporkan perkembngan korban akibat gempa karena sulitnya transportasi."
James de Fortuna





