|
Nasional
Otopsi Ulang Munir Tak Ada Gunanya
Rabu, 24 November 2004 | 20:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ahli forensik dari Universitas Indonesia dr. Handoko mengatakan, upaya mengotopsi jenazah Munir tidak diperlukan lagi. “Tak ada gunanya,” ujarnya di gedung Dewan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rabu (24/11).
Handogo datang ke kantor Muhammadiyah dalam rangka bertemu dengan Syafi'i Maarif, ketua umum organisasi Islam yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan. Dia menegaskan, “Walau mayat Munir dibongkar, tidak akan ada hasilnya,” ujarnya.
Menurut Handoko, dalam kasus Munir Belanda mempunyai reputasi yang bagus dan tidak akan mengorbankan reputasinya. Selain itu, Belanda juga memiliki ahli dan peralatan yang jauh lebih baik ketimbang Indonesia.
Apalagi, dia menambahkan, sampel dari tubuh Munir seperti hati, ginjal, dan darah untuk penelitian di Belanda diambil ketika jenazah pendiri Komisi Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) itu masih segar.
Niat seseorang untuk membunuh dengan racun, kata dia, bukanlah hal yang mudah. Pembunuh harus mengetahui dengan pasti berapa banyak racun yang harus diberikan. “Apabila terlalu banyak kadang-kadang malah akan dimuntahkan semua,” ujarnya beralasan.
Handoko merinci ada 4 hal yang harus diperhatikan sebelum seseorang menggunakan racun untuk membunuh. Empat hal tersebut adalah jumlahnya harus diperhitungkan, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Tingkat kesulitan seperti itu, kata Handoko, pelaku haruslah seseorang yang punya pengetahuan cukup.
Indriani - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|