Mensos Akan Segera ke Nabire
Senin, 29 November 2004 | 16:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah akan mengunjungi korban gempa di Nabire, Papua pada tanggal 1 Desember 2004. Namun karena jadwal kunjungan itu bertepatan dengan peringatan ulang tahun Organiasi Papua Merdeka (OPM ), maka, “ Saya konsolidasi dulu karena saya harus mempertimbangkan faktor-faktor psikologis yang terjadi disana, jangan sampai kehadiran saya bisa memicu masalah baru,”kata sang menteri usai rapat kerja dengan komisi VIII di Jakarta, Senin , hari ini.
Bachtiar tidak menyebutkan masalah apa yang mungkin timbul. Namun, kata dia, ia harus memperhitungkan dan mempertimbangkan segala sesuatunya dan dari berbagai hal. Rencananya, Bachtiar akan berangkat bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU), Joko Kimanto. Sebelum ke Nabire itu, rombongan ajkan berkunjung ke Ternate dahulu untuk menyelesaikan sisa pengungsi Maluku. Rencananya, sisa pengungsi Maluku dan Maluku Utara akan dipulangkan ke daerah masing-masing dan masing-masing.
Segala daya dilakukan pemerintah untuk mengatasi korban gempa di Nabire. Mensos menegaskan bahwa bantuan makanan dari Jayapura sudah sampai ke Nabire. Bantuan tersebut terdiri dari 5000 kaleng sardines, 5000 kecap manis, 5000 sambal, 2.500 botol minyak goreng da 10 ribu mie instant. Sementara untuk bantuan beras, ia sudah menginsturksikan Bupati Nabire untuk menggunakan stock beras di gudang Dolog Nabire sebanyak 20 ton. “Stock kita disana 50 ton, jadi tidak ada masalah,” kata dia.
Sementara untuk bantuan obat-obatan, ia sudah meminta kepada Gubernur Maluku untuk mengirimkan obat yang ada di Ambon, serta mengirimkan beberapa tenaga dokter. “Jadi koordinasi kita sudah bagus bisa saling bantu dari berbagai daerah,' katanya.
Gempa di Nabire – lanjut Bachtiar --lebih kecil daripada di Alor. Karena gempanya berpusat di kota, maka penanganannya lebih mudah. Tidak seperti di Alor yang gempanya berada di kecamatan-kecamatan dan sulit untuk menjangkau kampung-kampung yang sangat terpencil.
Dalam pertemuan dengan Komisi VIII, Senin hari ini, sejumlah anggota dewan mendesak pemerintah agar menanggani korban bencana alam secara sistematis. Zainul, salah seorang anggota komisi itu mengusulkan agar dibentuk semacam Federal Emergency Management Accident seperti di Amerika Serikat. Badan itu merupakan otoritas untuk mengambil kebijakan darurat dan institusi-institusi federal berada dibawahnya. “Kesan di masyarakat pangkal masalah justru ada di Bakornas dan Satkorlap,” kata Zainul.
Badriah----Tempo





