Parlemen dan Pengacara di Belanda Bantu Keluarga Dapatkan Otopsi Asli
Senin, 29 November 2004 | 20:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Zat arsenik yang telah membunuh Munir, menurut ahli forensik Belanda, termasuk arsenik akut yang dapat membunuh dalam hitungan jam. Menurut Koordinator Kontras, Usman Hamid, ahar mengetahui dimana sebenarnya Munir diracun, harus ada penelitian forensik lanjutan.
Hasil otopsi Munir, menurut Hamid, menunjukkan kadar arsenik dalam darah Munir sebesar 3,1 mg. “Padahal batas maksimalnya hanya 1,7 mg. Diatas itu dapat mematikan,” ujarnya usai konferensi pers perkembangangan kasus Munir di kantor Imparsial, di Jln.Diponegoro, Jakarta, Senin (29/11).
Ahli forensik Belanda, menurut Hamid, bersedia memberikan bantuan penyelidikan lanjutan. Sehingga, ditemukan prediksi kapan arsenik masuk dalam tubuh Munir. Hanya saja, harus ada permintaan dari pemerintah Indonesia secara resmi untuk melakukan hal itu.
Menurut Hamid, sewaktu di Belanda, pihak keluarga menunjuk seorang pengacara bernama Prof. Theo de Roos dari Universitas Leiden, Belanda. Menurutnya, dia (de Roos) dengan pihak keluarga, berusaha memperoleh dokumen otopsi baik asli maupun salinannya. Selain itu, dibantu juga beberapa kalangan parlemen Belanda yang mengusahakan hal sama.
Usman berangkat ke Belanda untuk memperoleh hasil otopsi Munir. Munir meninggal di pesawat Garuda dalam perjalanan ke Belanda untuk melanjutkan studinya 7 September yang lalu. Berdasarkan hasil otopsi, almarhum tewas karena racun arsenik.
Ewo Raswa





