Presdir Lion Air : Pesawat Tergelincir Karena Hujan Badai

Selasa, 30 November 2004 | 21:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Direktur PT. Lion Air, Rusdi Kirana, memperkirakan kecelakaan yang menimpa pesawat Lion Air JT 538 pukul 18.20 WIB di bandara Adi Sumarno, Solo itu karena kondisi cuaca yang dalam keadaan hujan badai. "Sehingga pesawat tergelincir 100 meter ke arah barat yang ternyata ada kuburan,"kata Rusdi kepada Tempo melalui telepon Selasa (30/11).

Pesawat Lion Air penerbangan Jakarta-Surabaya, yang transit di Solo itu membawa 146 penumpang. Pesawat McDonald Douglas (MD) buatan tahun 1982 ini merupakan satu dari 10 pesawat jenis MD yang dimiliki Lion. Pesawat jenis MD ini pernah ditolak oleh Garuda Indonesia, saat ditawarkan ke BUMN itu pada eros Presiden Soeharto berkuasa.

Menurut bagian informasi RS Yarsi, Nur, 10 orang (7 tewas laki-laki, 3 orang perempuan), salah satunya bayi. Korban tewas diantaranya di bawa ke Rumah Sakit Yarsi, Solo.

Sedangkan 23 orang masuk ruang perawatan, diantaranya bernama : Ny.Endang Sulistiyani, Yulianto Mojo, Eva (Pramugari-luka parah), Himawan (2 tahun), Sri Wwahyuni (20 th), Suwarni (30 th), Makmur (48), Desi (29 tahun), Riksa (59), Mahmud (73 th), Fatimah (69 th), Sobari (53), Surjana (60 th), Ratih (26 tahun), Amir Bastaman, Harsono, Bujiani (26 th), Sukiyem (60 tahun), Hartono, Sumiyati asal Bogor, Reta (2 th), Gape (2,5 th)

Para korban tampak dibawa dengan truk polisi dengan tewas mengenaskan. Ratusan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke beberapa rumah sakit di Solo diantaranya di RS Yarsi, PKU Muhammadiyah,Dr.Oen, RS TNI AU Solo dan rumah sakit lainnya.

Menurut Rusdi Pesawat dengan jenis MD 82 disewa dari Amerika ini sudah beroperasi selama tiga tahun. "Pesawat ini sudah beroperasi dari pagi,"katanya. Walaupun sudah ada beberapa nama korban Rusdi belum dapat memberikan kepastian berapa jumlah korban yang menderita akibat kecelakaan ini. Diduga lebih dari 10 orang, karena selain 10 orang korban di RS Yarsi, juga ada 3 korban tewas dibawa ke rumah sakit PKU Muhammadiyah.

Bagi para keluarga korban dapat menghubungi hanggar Adi Sumarno Solo.

Nofi Triana Firman






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: