Gus Mus Muncul, Sejumlah Cabang Tolak Hasyim
Selasa, 30 November 2004 | 23:11 WIB
TEMPO Interaktif, Boyolali:Dimunculkannya pasangan alternatif KH Sahal Mahfudz – KH Mustofa Bisri, rupanya mempengaruhi sikap para utusan muktamar pada hari ketiga pelaksanaan Muktamar NU ke-31.
Sebanyak tujuh Pengurus Cabang (PCNU) dari Propinsi Maluku Utara dengan tegas menyatakan penolakan terhadap pencalonan kembali KH Hasyim Muzadi sebagai calon Ketua Umum PBNU periode 2004-2009.
Ketujuh cabang tersebut adalah PCNU Ternate, Halmahera Utara, Tidore, Kepulauan Sula, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah dan Halmahera Barat. Sikap penolakan ini baru mereka putuskan Selasa (30/11) petang setelah mereka melakukan rapat bersama.
Alasan yang mereka kemukakan, selama lima tahun kepemimpinan KH Hasyim Muzadi, NU telah mengalami pergeseran dari organisasi yang melayani kepentingan ummat menjadi organisasi yang melayani kepentingan kepentingan elit pengurus.
Pergeseran tersebut juga telah menimbulkan polarisasi kepentingan dalam tubuh NU dan telah menyulut terjadinya perpecahan di kalangan ummat. “Oleh karena itu setelah melalui evaluasi kami ingin kembalikan NU ke khittah dan menolak pencalonan Pak Hasyim,’’ ungkap Noho Ulidan, Seketararis PCNU Ternate didampingi sejumlah pengurus tujuh PCNU lainnya.
Ketujuh PCNU ini juga mempertegas diri akan menolak setiap calon yang mempunyai tendensi politis. “Kami akan mengajak warga NU berikhtiar merapatkan barisan kembali ke khittah,’’ tambah Umar Yasin, pengurus PCNU Tidore.
Perubahan sikap ketujuh PCNU di Maluku Utara ini cukup mengejutkan dan dinilai tiba-tiba. Pasalnya, pada saat pemandangan umum laporan pertanggungjawaban (LPJ) PBNU, PWNU Maluku Utara menerima LPJ dengan bulat dan tanpa catatan apapun.
Ketika ditanyakan perbedaan sikap dengan pengurus PWNU yang telah mencalonkan Hasyim Muzadi, Noho Ulidan yang menjadi juru bicara ketujuh cabang ini menyatakan sebetulnya cabang-cabang di Maluku Utara belum menentukan nama untuk dicalonkan menjadi Ketua Umum PBNU pada periode 2004-2009.
”Sikap penolakan kami ini juga sudah dikoordinasikan dengan pengurus wilayah. Sampai saat ini belum ada tanggapan dari pengurus wilayah,” papar Noho.
Meski sudah menyatakan penolakan, lanjut Noho, cabang Maluku Utara belum memiliki calon yang akan dipilih pada muktamar ini. “Kalau utusan calon yang mendekati mungkin sudah ada. Tapi kami belum menentukan siapa-siapanya. Tunggu sampai hari terakhir,’’ paparnya.
Pengaruh kemunculan pasangan calon KH Sahal Mahfudz – KH Mustofa Bisri juga dialami PWNU Kalimantan Selatan. Akibat kemunculan pasangan calon tersebut membuat PWNU Kalimantan Selatan berpikir ulang soal figur yang akan dicalonkan Ketua Umum PBNU periode 2004-2009.
”’Kami akan mengumpulkan cabang-cabang untuk merapatkan barisan kembali terkait pencalonan. Memang munculnya pasangan Kiai Sahal dengan Gus Mus ini sedikit mempengaruhi. Bisa saja kami akan berpikir ulang, soal hasilnya tetap mencalonkan Pak Hasyim atau Gus Mus semua belum bisa dipastikan,’’ ujar HM Syarbani Haira, Sekretaris PWNU Kalimantan Selatan.
Sebelumnya, dalam pemandangan umum atas LPJ, Kalimantan Selatan juga menerima tanpa catatan dan langsung mencalonkan pasangan KH Sahal Mahfudz – KH Hasyim Muzadi. “Sejak awal PWNU dan cabang-cabang di Kalimantan Selatan akan mencalonkan KH Hasyim Muzadi. Kalau saat ini muncul Gus Mus, bisa saja kami pikir ulang," ujarnya.
Hanya saja, lanjut Syarbani, PWNU Kalimantan Selatan masih meragukan kesediaan Gus Mus untuk maju ke bursa pencalonan. “Beliau kan belum bicara langsung, baru lewat orang-orang tertentu. Kalau memang Gus Mus bersedia kami minta kesungguhan beliau. Beliau harus mendeklarasikan secara terbuka agar kami tahu visi dan misi beliau,’’ tambah Syarbani. (anas syahirul)





