DPR Berduka, Gus Yus Pergi

Rabu, 01 Desember 2004 | 13:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kesedihan tampak menggelayut di setiap sudut lobi Nusantara I Gedung DPR. Di tempat itu, diadakan doa bersama untuk Yusuf Muhammad dan korban kecelakaan Lion Air yang dihadiri sekitar 500 orang terdiri atas anggota dewan, sekretariat jenderal DPR, dan tiga orang Menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Acara itu dipimpin oleh Soetardjo, Wakil Ketua DPR, dan doa dipimpin oleh Rahmatullah, Anggota Komisi III dari Fraksi PKS.

Tiga Menteri yang datang, kebetulan hadir untuk rapat kerja dengan DPR. Mereka adalah, Menteri Agama Muhammad M. Basyuni, Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin, dan Menteri Negara UKM Suryadarma Ali. Ketua DPR Agung Laksono tidak hadir karena langsung melayat ke Jember tempat jenazah disemayamkan.

Soetardjo, menyampaikan bela sungkawa atas nama pimpinan DPR tampak terisak, dan hampir tak kuasa menyelesaikan pidatonya. Atas nama pimpinan DPR, ia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Allmarhum. Dia meminta, semua kerabat dan handaitaulan bisa melepas kepergian allmarhum dengan ikhlas.

Ditemui setelah acara, Soetardjo menjelaskan, alasannya terisak saat pidato. "Soalnya kemarin orangnya habis sendagurau dengan saya," katanya. Pada saat itu, Gus Yus pamit padanya akan berangkat ke Solo. "Saya bilang ok doa restunya saja,"kenangnya.

Gus Yus dalam pandangan Soetardjo adalah pribadi yang tidak mudah marah, santai dan memiliki pemikiran yang obyektif. "Saya kehilangan teman segala-galanya," katanya.

Aisyah Hamid Baidlowi, Wakil Ketua Komisi VIII yang ditemui sebelum acara berlangsung menyatakan tidak punya firasat akan kepergian Gus Yus panggilan akrab Yusuf Muhammad. "Kemarin beliau tuh guyon terus, gak ada habisnya," ceritanya mengenai pertemuan terakhirnya pada rapat pimpinan dan rapat interen Komisi VIII, Kamis (30/11) pagi. Namun menurutnya, Gus Yus sempat memintanya memimpin rapat kerja hari ini dengan Menteri Agama. "Saya bilang, lo kalau tingkatnya Menteri, ya Ketua dong, masa Wakil," kenangnya. Tapi dia bercerita kalau Gus Yus tetap ngotot memintanya memimpin. "Ya ternyata kan memang sakarang saya yang memimpin," ucapnya lirih.

Dalam pandangan Aisyah, Gus Yus adalah pimpinan yang sangat mengayomi dan merangkul semua anggotanya. "Komisi VIII selama dia pimpin sejuk sekali," katanya sambil menerawang.

Marissa Haque, anggota Komisi VIII, tampak terisak sepanjang acara. Ketika ditanya, setelah acara selesai, ia bercerita bahwa pertemuan terakhirnya dengan Gus Yus adalah saat rapat internal Komisi VIII Selasa (30/11) kemarin. "Kami masih bercanda-canda soal poligami," katanya sambil tertawa sedih. Menurutnya, Gus Yus bercanda bahwa dia sudah melakukan semua kecuali kawin lagi. "Aku bilang ojo, nanti di surga dapat 70 loh," ceritanya sambil tersenyum. Dia tak kuasa melanjutkan pembicaraan dan berlalu sambil menahan tangis.

(suliyanti-tnr)

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :