|
Nasional
Lion Air Pastikan Penumpang yang Tewas 25 Orang
Rabu, 01 Desember 2004 | 15:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Juru bicara maskapai penerbangan Lion Air Hasyim Arsal Alhabsi menyesalkan simpang siurnya berita jumlah korban dalam kecelakaan Lion Air MD-82 di Bandara Adi Sumarmo, Selasa malam.
Korban kecelakaan pesawat dengan nomor penerbangan JT-0538 itu, menurut Hasyim, mereka yang meninggal tercatat 25 orang. Dua nama yang sebelumnya disebut diindikasi ternyata orang yang sama, sehingga jumlah yang sebelumnya dilaporkan 26 meninggal, dipastikan hanya 25 orang.
Sementara itu, korban luka berjumlah 60 orang. Mereka saat ini dirawat disejumlah rumah sakit seperti Rumah Sakit AURI sebanyak 20 orang, Rumah Sakit Kasih Ibu 12 orang, Rumah Sakit Panti Waluyo lima orang, Rumah Sakit Islam Yarsis 38 orang, dan Rumah Sakit dr. Oen dua orang. Tiga jenasah masing-masing Jefry Edison, Linda Rahmi, Roni Son Ali, telah diterbangkan dari Solo ke Cengkareng.
Pagi tadi, jenazah pilot Dwi Mawastono diterbangkan ke Jakarta untuk mendapatkan penghormatan di Bandara Cengkareng. Selanjutnya diterbangkan kembali ke Surabaya untuk dimakamkan di kampung halaman korban di Taman Pondok Indah Blok EX 6 RT005 RW007 Surabaya.
Hingga saat ini, pihak Lion Air juga belum memastikan berapa besar santunan yang akan diberikan kepada korban. \"Saat ini kami sedang mengadakan pembicaraan dengan pihak asuransi,\" kata Hasyim dalam jumpa pers, Rabu (1/12). Suasana di kantor pusat Lion Air di Jalan Gajahmada tampak lengang, hanya terlihat sejumlah karangan bunga memenuhi teras gedung tersebut.
Menurut sejumlah staf Lion Air, semalam sejumlah keluarga korban ramai mendatangi gedung tersebut untuk menanyakan nasib keluarga mereka. Lion Air tersebut membawa sekitar 163 penumpang. Sebelum tergelincir, sempat menabrak tanggul yang berjarak 100 meter dari landasan pacu.
Besarnya jumlah korban luka dan tewas diperkirakan akibat tidak digunakannya sabuk pengaman. "Biasanya begitu pesawat menyentuh tanah, penumpang langsung membuka seat beltnya," ujarnya. Dugaan ini, kata Hasyim, belum dapat dibuktikan. Ini membutuhkan pemeriksaan lebih dalam.
Sejauh ini Lion Air belum dapat memastikan berapa kerugian yang diderita akibat kecelakaan tersebut. Menurut Hasyim, masih menunggu pihak asuransi baik nasional maupun asing.
Ramidi/Sita Planasari-Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|