Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Asrama Haji Donohudan Dipenuhi Massa
Rabu, 01 Desember 2004 | 22:25 WIB

TEMPO Interaktif, Boyolali:Beberapa jam menjelang pemilihan Ketua Umum PBNU periode 2004-2009, kompleks Asrama Haji Donohudan yang menjadi tempat penyelenggaraan Muktamar NU ke-31 mulai dipadati pengunjung. Tidak kurang dari 10 ribu warga nahdliyin kini berada di dalam asrama untuk menyaksikan proses pemilihan Ketua Umum PBNU.

Di areal parkir asrama haji dan sepanjang jalan menuju tempat muktamar dipenuhi dengan mobil yang sedang parkir. Mulai dari jenis pribadi, truk hingga bus berukuran kecil dan besar.

Sementara, aparat kepolisian tampak berjaga ketat di depan asrama haji. Begitu pula dengan petugas dari internal NU seperti Banser, Pagar Nusa dan Garda Bangsa. Mereka tampak berkeliling dan berjaga di setiap sudut asrama. Massa NU datang dari berbagai kota baik Jawa Tengah, Jawa Timur dan lainnya.

Status keamanan di lokasi muktamar masih siaga satu. Apalagi siang sebelumnya sempat terjadi unjuk rasa di depan sidang komisi organisasi yang membahas tentang AD/ART. Ketika itu tidak kurang dari 300 pendukung KH Abdurrahman Wahid berhasil menerobos penjagaan Banser di pintu gerbang.

Aksi yang berada di depan pintu sidang komisi itu sempat membubarkan persidangan. Massa pendukung Gus Dur berhasil masuk asrama haji saat Sinta Nurriyah menyusul suaminya (Gus Dur), yang masuk ke asrama satu jam sebelumnya.

Hingga saat ini di setiap sudut, warga nahdhiyin masih memperbincangkan peta kekuatan masing-masing kandidat. Warga nahdhiyin tersebut tampak menghitung peluang masing-masing calon dan potensi konflik paska pemilihan.

Sementara peserta muktamar resmi tengah mengikuti sidang pleno yang membahas hasil sidang-sidang komisi di ruang Musdzalifah. Sidang pleno itu sendiri mestinya sesuai jadwal digelar mulai pukul 13.30 WIB. Namun, sidang pleno baru dimulai pada pukul 20.15 WIB.

Molornya sidang pleno tersebut dipastikan akan menyebabkan semua agenda selanjutnya. Padahal sesuai jadwal, acara sidang pleno tentang pembahasan sidang komisi berlangsung selama enam jam. Baru kemudian diselenggarakan pemilihan PBNU periode 2004-2009. (syaiful amin/anas syahirul)



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gus Dur Blacklist 10 Pengurus NU
29 Kiai Sepuh Dorong Gus Dur Buat NU Tandingan
NU Akan Lepas Partai Kebangkitan Bangsa
Wapres Akan Kunjungi Korban Kecelakaan Pesawat
Munawar Bantah SBY Intervensi Muktamar NU
Masdar Mashudi Mengaku Dapat Restu Kiai Sahal
Menjelang Pemilihan, Arena Muktamar Siaga I
Kiai Sepuh Dua Kubu Temui Sahal Mahfud
Santunan Korban Tewas Pesawat Lion Air Rp 50 Juta
Lion Air Pastikan Penumpang yang Tewas 25 Orang
> selengkapnya...


Website

Muslimat NU
NU Online


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data