TNI Dan Angkatan Darat AS Bahas Pertukaran Informasi
Kamis, 02 Desember 2004 | 19:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: TNI dan Angkatan Darat Amerika Serikat Kawasan Pasifik (US Army Pacific/USARPAC) menyelenggarakan pertemuan untuk membahas pertukaran informasi dan pengalaman tentang operasi informasi antara TNI dengan Angkatan Darat (AD) Amerika Serikat di Kawasan Pasifik. Pertemuan yang berlangsung sejak 30 November di Jakarta, hanya melibatkan dinas penerangan (dispen) masing-masing negara.
Pada penutupan pertemuan di Jakarta, hari ini, Kamis (2/12), Kepala Dinas Penerangan Umum TNI Kolonel Ahmad Yani Basuki mengatakan, pertemuan ini merupakan bagian dari kegiatan militer yang melibatkan intel, operasi (ops) dan lain-lain. Dalam pertemuan ini kedua negara sepakat saling memberi manfaat dan meningkatkan profesionalitas kemiliteran kedua negara.
Pertemuan yang bertajuk Information Operations Subject Matter Expert Exchange (SMEE) merupakan yang pertama di Indonesia, dengan melibatkan kurang lebih 30 perwira TNI. Mereka adalah perwakilan dari Angkatan Darat (Seskoad), Angkatan Laut (Seskoal), Angkatan Udara (Seskoau) dan Departemen Pertahanan. Sedangkan dari AS, berjumlah enam tentara yang bertugas di Kawasan Pasifik, yakni di Singapura, Malaysia, Filipina, dan Jepang. Peserta lainnya, dua orang dari atase pertahanan Amerika Serikat.
Selain menjadi ajang pertukaran dan pengalaman operasi informasi, kegiatan ini menjadi salah satu bagian studi perbandingan di bidang operasi informasi, yang berbentuk militer ke militer. "Melalui kegiatan ini banyak materi pengetahuan dan pengalaman yang diberikan pihak USARPAC (US Army Pasific) maupun TNI tentang kegiatan operasi informasi," kata Yani.
Sementara itu juru bicara USARPAC, Letnan Kolonel John William (Chief Public Affair US Army Pacific), kepada wartawan mengungkapkan pihaknya berharap dari pertemuan ini ada pertukaran informasi antara TNI dan USARPAC. "Kami berharap dapat belajar dan menemukan cara terbaik memerangi isu global terorisme," katanya menyebutkan salah satu agenda pertemuan.
Dia menambahkan, pertemuan ini tidak hanya dilakukan dengan Indonesia tapi di seluruh negara di kawasan Pasifik. "Secara khusus kami ingin tahu bagaimana militer (TNI) melakukan operasi informasi, bagaimana berhubungan dengan media dan menghadapi ancaman," katanya.
Dia mengatakan, dengan Indonesia kegiatan ini dilakukan khususnya menghadapi ancaman kemanusiaan dan teror, seperti yang pernah disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Untuk Indonesia ini pertama kali, dan kami semakin akrab memberi informasi dan masukan," lanjutnya.
Dengan bersikap diplomatis, William mengatakan pertemuan ini bisa menjadi salah satu cara memulai pertemanan atau hubungan sekutu (dalam bidang militer) antara Indonesia dan AS.
Pada kesempatan ini William memuji TNI telah melakukan pekerjaan yang bagus di Aceh.
Sebagai tindak lanjut, direncanakan pertemuan serupa akan digelar kembali di Hawaii, AS. Pada pertemuan nanti, TNI akan mengirim lima sampai enam orang perwiranya. Mereka akan bergabung dengan ahli-ahli dari tentara Filipina.
Sunariah - Tempo





