Jepang Sumbang Korban Gempa Nabire Rp 801 Juta

Jum'at, 03 Desember 2004 | 20:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Jepang melalui JICA (Japan International Cooperation Agency) memberikan bantuan darurat untuk korban gempa bumi di Nabire, Papua Barat sebesar 10,80 juta Yen atau setara Rp 801 juta. ?Bantuan dari non-pemerintah baru dari Jepang, tapi belum diserahkan ke Menko Kesra,? ujar Deputi Tanggap Darurat Bakornas (Badan Koordinasi Nasional) Penanggulangan Bencana dan Pengungsi, Thabrani di Jakarta, Jumat (3/12).

Sekretaris III Kedubes Jepang bidang Pemberitaan dan Kebudayaan, Ayako Shimizu, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut diberikan dalam bentuk tikar plastik 150 gulung, selimut 1000 lembar dan matras 196 lembar. ?Ini karena gempa bumi secara beruntun dan skalanya cukup besar,? tutur Ayako.

Ayako menjelaskan, bantuan Jepang ke Nabire merupakan yang kedua kalinya. Pertama diberikan saat gempa bulan Februari lalu. Saat itu, ujar Ayako, pemerintah Jepang memberikan 13 juta Yen atau setara US$ 124 ribu setara Rp 1,3 miliar. ?Bantuannya lebih sedikit karena jumlah korban belum terhitung banyak,? tutur Ayako.

Sementara Thabrani menjelaskan, saat ini bantuan untuk Nabire baru dari pemerintah yaitu Bakornas Rp 500 juta, Depsos Rp 500 juta dan bahan makanan terdiri dari 5000 kaleng sardines, 5000 kecap manis, 5000 sambal, 2.500 botol minyak goreng da 10 ribu mie instant, Depdagri Rp 100 juta dan Depkes berupa obat-obatan.

Thabrani mengungkapkan, saat ini korban meninggal telah mencapai 13 orang sementara korban luka berat dan ringan belum dapat diketahui. ?Karena laporan lewat telefon juga susah karena rusak,? jelasnya.

Thabrani menambahkan, kerusakan yang terjadi seperti kantor pemerintah sebanyak 11 unit rusak berat, 5 titik kompleks perumahan pemerintah rusak berat dan roboh, 178 rumah penduduk roboh dan terbakar, sarana ibadah berupa 3 gereja dan 2 mesjid roboh, sarana pendidikan berupa 3 sekolah SD, 2 SMP , 3 SMA dan 2 perguruan tinggi roboh serta fasilitas umum berupa 2 unit yayasan roboh, 2 minimarket roboh, bandara retak-retak dan rusak berat, jembatan roboh, dermaga pelabuhan perhubungan putus, dermaga Pertamina putus dan rusak berat. ?Satu unit PAM dan PDAM sementara lumpuh jaringan Telkom rusak,? jelas Thabrani.

Badriah?Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: