|
Nasional
Teriakan Anti Korupsi ala KPK : Hukuman Mati Bagi Koruptor
Sabtu, 04 Desember 2004 | 04:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Hukuman mati bagi koruptor, begitulah tema 'Teriakan Anti Korupsi' yang diadakan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat (3/12) malam di halaman kantor Jalan Veteran, Jakarta. Kedengarannya seram, 'hukuman mati', tetapi acara itu justru lucu, karena beberapa artis yang hadir dalam acara tersebut, mengutarakan usul dengan caranya sendiri.
Usul pertama muncul dari Jimy Gideon. Dengan tegas Jimy langsung mengusulkan hukuman mati untuk para koruptor. Jimy tampil ke panggung hanya sekitar satu menit yang kemudian dilanjutkan oleh Miing Bagito.
Usulan hukuman mati juga datang dari Syaharani, seorang penyanyi. Dia membacakan sebuah puisi yang berintikan sudah saatnya memberlakukan hukuman tembak mati bagi para koruptor. Usulan berikutnya dilakukan oleh Pretty Asmara. Dengan badan yang 'berbobot'-untuk naik ke panggung saja, harus harus dibantu Arswendo Atmowiloto, ketua panitia acara. Usulan Prety, "korupsi, ditindih Pretty, biar mati."
Dalam acarayang dipandu oleh Butet Kertaredjasa dan Cut Mini, tersebut, hadir beberapa artis lain dan tokoh, antara lain ; Inul Daratista, Suryani Zaini, Ikang Fawzi, Titiek Puspa, Djaduk Ferianto, Faisal Basri, Lucky Jani, dan lainnya.
Dari kalangan pemerintah, hampir seluruh kabinet Indonesia Bersatu hadir, kecuali Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tidak tampak dalam acara tersebut. Pejabat tinggi lainnya yang hadir, antara lain; Jaksa Agung Abdurahman Saleh, Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidiqie, Ketua DPR Agung Laksono, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita. Tentu saja semua pimpinan KPK, yang punya hajat hadir.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika tampil di panggung, sedianya akan membacakan puisi seperti yang dilakukan selebriti lainnya. Tetapi niat itu diurungkannya dan diganti dengan menceritakan kisahnya selama berada di Santiago, Chile. Terutama pada hari kedua ketika membahas masalah Fighting Corruption and Insurring Transparency."Ketika membahas masalah korupsi, saya merasa sepertinya mata keduapuluh pemimpin itu melihat saya,"ujarnya.
Karena, menurut SBY pada indeks korupsi yang disusun Transaparansi International atau badan dunia lain yang menghitungnya, posisi Indonesia yang selalu berada pada golongan negara terkorup di dunia. "Jiwa saya bergolak, pikiran saya bekerja, dan tekad saya membara untuk memberantasnya,"ujarnya.
Ia bertekad, ketika nanti kembali ke forum yang sama di Seoul, Korea Selatan, pada November 2005 mendatang, kondisi Indonesia sudah jauh lebih baik. "Mudah-mudahan duduk saya lebih nyaman, tidak seperti di bara api," katanya. Dalam satu tahun mendatang, SBY berharap Bansa Indonesia bisa berbuat banyak untuk memberantas korupsi. "Suatu saat negara kita tidak boleh dilecehkan, bangsa kita tidak boleh direndahkan,"katanya.
Setelah menyampaikan uneg-uneg itu, SBY kemudian menuliskan dan menaruh tandatangannya pada kanvas Anti Korupsi yang telah disediakan panitia. Pesan yang dituliskan Presiden Yudhoyonoo berbunyi, "Mari kita bangun Indonesia yang bersih sehingga bersih dari korupsi". Lalu diikuti dengan menorehkan tandatangannya di bawah pesan tersebut.
Setelah Susilo, penulisan pesan anti korupsi diikuti oleh ketua DPR, Agung Laksono yang menulis, "Jangan ragu berantas/sikat habis korupsi". Lalu diikuti hadirin lainnya, Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita yang menulis pesan "Mari kita berantas korupsi dengan memperkuat sistem dan aparat hukum kita." Serta Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshidiqie, yang menulis "Mari kita bangkit menjadi bangsa yang bersih dan terpercaya."
Ketua Forum Masyarakat Betawi Bersatu (Formabes) H.Syaukat, berharap yang diadakan KPK bukan cuma acara seremonial. Tapi harus merupakan tekad bersama. Ia berharap setiap pelantikan pejabat harus ada sumpah yang menyatakan siap dihukum mati bila korupsi, dan menandatangnai kontrak mati. "Saya siap melaksanakan eksekusi mati bagi pejabat yang korup,"katanya memperagakan dengan gerakan cara orang memotong leher.
Tito Sianipar
| |
|
|
|
|
| Karikatur Capres dan Cawapres
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|