Agung Laksono: DPR Keberatan Kenaikan Harga BBM

Sabtu, 04 Desember 2004 | 21:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia keberatan atas rencana pemerintah menaikkan BBM sebesar 40 persen yang akan diberlakukan tahun depan. Menurut Ketua DPR RI Agung Laksono, lembaganya tidak setuju pemerintah menaikkan BBM dalam waktu dekat yang dinilai memberatkan masyarakat yang baru merayakan Hari Raya Lebaran dan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. ?Sebagai lembaga yang mewakili rakyat, DPR keberatan kalau kenaikan harga BBM dilakukan saat-saat sekarang ini,? kata Agung.

Menurut Agung yang ditemui Tempo, Sabtu (4/12) sore, usai mendampingi Akbar Tanjung membuka Musyawarah Daerah VII DPD Golkar Propinsi Jawa Barat di Bandung, DPR memahami subsidi yang diberikan pemerintah untuk menekan BBM besarnya sampai Rp 70 triliun membebani APBN. Selama ini, menurutnya, yang menikmatinya hanya 9,5 persen rakyat Indonesia yang bisa digolongkan rakyat kecil.

DPR, kata Agung, memahami posisi sulit untuk menghindarkan diri dari penghapusan subsidi BBM. Besaran subsidinya sendiri dinilai memberatkan. DPR sendiri, menurutnya, menginginkan agar kenaikannya sendiri dilakukan secara bertahap dan tidak sekaligus 40 persen. ?Secara umum DPR menginginkan tidak sekaligus melonjak 40 persen,? katanya.


Di DPR sendiri, menurut Agung, ada pemikiran yang berkembang agar pemberlakukan kenaikan BBM dilakukan sekitara bulan Maret-April 2005. Pertimbangannya, menurut Agung, berdasarkan keadaan umum masyarakat akan kekhawatiran dampak kenaikan BBM tersebut yang besarnya mencapai 40 persen.

Jika pemerintah berkeras menghapus subsidi BBM yang berimbas kenaikan harganya, kata Agung, pemerintah harus menyediakan bantuan kompensasi yang ditujukan pada rakyat kecil sebagai pengganti penghapusan itu. ?Bantuan itu untuk menanggulangi kemiskinan,? katanya. Pemberian bantuan tersebut, tambahnya, harus betul-betul dirasakan oleh masyarakat kecil apabila subsidi dihentikan.

Ahmad Fikri-Tempo






Komentar Anda

Kirim