Presiden Canangkan Kawasan Eko Karst di Gunungkidul

Senin, 06 Desember 2004 | 18:29 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan wilayah geologi Gunung Sewu dan Gombong Selatan sebagai kawasan Eko Karst. Pencanangan wilayah kapur paling unik di dunia yang membentang antara Gombong, Jawa Tengah hingga Pacitan, Jawa Timur sepanjang 120 kilometer ini dilakukan di pendopo Kabupaten Gunungkidul, Senin (6/12).

Penetapan wilayah kampur sebagai ekosistem yang perlu dilindungi ini
merupakan kerja sama lima departemen yaki Departemen Energi dan Sumber Daya
Mineral, Departemen Kehuatanan, Departemen Pekerjaan Umum, Departemen
Kebudayaan dan Pariwisata serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Penetapan wilayah kapur sepanjang 120 kilometer dengan lebar 60 kilometer
ini diikuti dengan peneyerahan SK dari Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral Purnomo Yosgiantoro, kepada Bupati Gunungkidul, Bupati Wonogiri dan
Bupati Pacitan. SK tersebut meliputi pemanfaatan dan pelestarian kawasan
karst berikut peta-petanya.

Presiden SBY sangat menghargai upaya yang dilakukan lima departemen tersebut
untuk menyelamatkan kawasan karst. Menurut Presiden, selama ini muncul
anggapan kawasan kapur ini sia-sia dan tidak ada gunanya karena memang
kondisinya tandus. ?Karena itu kita perlu tahu pemanfaatan kawasan karst
ini,? katanya.

Menyusul pencanangan Eko Karst ini, Presiden SBY mengajak kalangan akademisi
untuk melakukan penelitian kawasan karst sambil terus dilakukan upaya
pemeliharaan dan pelestariannya. ?Dengan demikian, saya yakin suatu ketika
masyarakat tidak lagi memandang enteng keberadaan kawasan karst ini,?
ujarnya.

Wilayah kapur yang membentang antara Gombong hingga Pacitan ini merupakan
kawasan karst paling unik di dunia. Bahkan, kawasan ini telah dinominasikan
oleh ahli-ahli geologi dunia untuk dijadikan warisan dunia. ?Kita tentu
menyambut gembira nominasi ini sebagai upaya untuk melindungi dan
melestarikan kawasan karst ini,? katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden SBY juga melakukan temu wicara jarak jauh
dengan warga Pacitan, tempat kelahiran SBY. Usai temu wicara, Presiden SBY meninjau proyek pemanfaatkan air bawah tanah yang sedang dikerjakan di Goa Bribin,
Kecamatan Semanu. Kawasan ini termasuk wilayah Karst kelas satu yang tidak
boleh ada aktivitas penambangan.

Presiden SBY di depan sejumlah wartawan saat peninjauan proyek pemanfaatan
air bawah tanah Goa Bribin menyatakan, pembangunan kawasan karst ini
menyangkut rasa keadilan bagi masyarakat yang tidak mampu sekaligus memberikan
masa depan yang lebih baik dengan membangun kawasan secara terpadu dengan
tidak merusak lingkungan. Menurut Presiden, kawasan Karst juga sangat
potensial untuk wisata karena memiliki goa-goa alam yang sangat bagus.

Menjawab pertanyaan tentang kemungkinan perlakukan yang sama terhadap
kawasan Karst di NTT dan sekitarnya, Presiden SBY menegaskan pada gilirannya
nanti semua akan digarap. ?Semua akan kita lakukan, tidak boleh mendiskriminasi satu daerah dengan daerah lainnya. Jadi, kawasan Karst mulai dari Aceh sampai Papua, sesuai dengan program pemerintah, baik jangka menengah maupun jangka panjang, tentu kita akan bangun seluruhnya,? ujarnya. Pendek kata, katanya, keseimbangan pembangunan, pemerataan pembangunan dan keadilan harus kita tegakkan. Tidak boleh hanya terkonsentrasi di satu-dua provinsi saja.

Heru CN?Tempo






Komentar Anda

Kirim