Menteri Syaifullah Optimis Dapat Mengurangi Kemiskinan

Selasa, 07 Desember 2004 | 18:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Syaifullah Yusuf optimis dapat mengurangi kemiskinan dan keterbelakangan. ?Sya masih optimis dengan semangat masyarakat lokal untuk membangun daerahnya dan berpacu untuk maju,? kata Syaifullah dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (7/12).

Dari data tahun 2002, kata Syaiful, jumlah daerah tertinggal yang ada di Indonesia 190 daerah, dimana 63 persen berada di kawasan timur, 28 persen daerah Sumatera, 8 persen di Jawa dan Bali. ?Namun data ini bisa berkurang untuk saat ini, oleh karena itu satu atau dua bulan ke depan kami akan melakukan validasi dan verifikasi terhadap data-data tersebut,? katanya.

Menurut Syaiful, adanya kawasan atau daerah tertinggal disebabkan beberapa hal. Pertama, sumber daya alamnya rendah, dan kedua sumber daya manusianya masih terbelakang. Ketiga terisolasinya daerah tersebut dan keempat, kesalahan prioritas pembangunan. ?Faktor keempat inilah yang selama ini dilakukan pemerintahan sebelumnya,? ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk mengentaskan daerah tertinggal pihaknya akan duduk bersama dengan stake holder, instansi pemerintah, perguruan tinggi, pers dan lainnya. Mereka akan memprioritaskan masing-masing daerah..

Garis besar pembangunan yang akan dilakukan kementrian ini adalah, pertama pembangunan ekonomi lokal (local economic development). Kedua, pembangunan masyarakat (community development).

Soal dana, Syaifullah mengakui pemerintah pusat anggarannya terbatas, sehingga tergantung prioritas program supaya dana tepat sasaran. ?Memang ada program khusus dari funding seperti World Bank,? ujarnya. Ia berharap awal tahun 2005 sudah melakukan aksi atau menjalankan program.

Agus Salim?Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: